Bayu Risanto, Imam-Ilmuwan RI yang Namanya Disematkan Jadi Nama Asteroid

Bayu Risanto, Imam-Ilmuwan RI yang Namanya Disematkan Jadi Nama Asteroid

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 19 Jan 2026 08:00 WIB
Bayu Risanto, Imam-Ilmuwan RI yang Namanya Disematkan Jadi Nama Asteroid
Foto: (ikadriyarkara.org)
Jakarta -

Prestasi ilmuwan asal Indonesia kembali mendunia. Kini, Christoforus Bayu Risanto, seorang periset di bidang metereologi dan ilmu atmosfer meraih penghargaan dari Working Group for Small Body Nomenclature (WGSBN).

Sebagai bentuk apresiasi terhadap karyanya, nama Bayu disematkan untuk sebuah astreroid bernama (752403) Bayurisanto = 2015 PZ₁₁₄. WGSBN merupakan lembaga di bawah International Astronomical Union (IAU).

Siapakah sosok Bayu Risanto ini? Kenali lebih jauh yuk!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imam Sekaligus Peneliti di Vatican Observatory

Bayu kini bekerja sebagai periset di Vatican Observatory, sebuah lembaga riset astronomi tertua di negara tersebut. Selain merupakan ilmuwan, pria yang lahir dan besar di Bogor pada Januari 1981 ini juga ternyata adalah seorang imam Yesuit.

ADVERTISEMENT

Lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ini menyebut bahwa riset ilmiah tidak bertentangan dengan iman. Namun, memperkaya pengetahuan manusia, demikian dikutip dari laman kampus tersebut.

Jejak Pendidikan-Kiprah sebagai Periset

Sebelum fokus di bidang metereologi dan ilmu atmosfer, Bayu mengawali minatnya dalam ilmu filsafat. Ia mengambil Sarjana Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, demikian dikutip dari laman Vatican Observatory.

Kemudian ia melanjutkan S2 di Magister Teologi, Universitas Sanata Dharma (2012). Fokus minat di bidang atmosfer ia mulai saat masuk program Magister Sains di bidang Ilmu Atmosfer, Universitas Creighton (2016).

Tak berhenti sampai di sana, Bayu mengenyam pendidikan doktor di bidang Ilmu Atmosfer dan Penginderaan Jauh, Universitas Arizona (2021).

Bayu juga aktif dalam berbagai organisasi seperti Masyarakat Meteorologi Amerika (sejak 2014), Persatuan Geofisika Amerika (sejak 2018), dan Uni Geofisika Eropa (sejak 2023).

Sebelum bergabung dengan Vatican Observatory, Bayu sempat mengajar sains tingkat senior di Xavier High School. Setelah penahbisannya sebagai imam dan menyelesaikan pendidikan doktor, ia bekerja sebagai peneliti di Pascadoktoral Universitas Arizona hingga 2024.

Fokus Riset di Bidang Cuaca

Bayu memiliki fokus riset dalam hal peningkatan akurasi prakiraan cuaca. Ia mengkombinasikan model fisik atmosfer dan teknik data assimilitaion, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan data observasi.

Ia menggunakan data kelembapan dari GPS metereology, kemudian memadukannya dengan data konvensional dari stasiun cuaca. Hasil penelitian Bayu berguna bagi kawasan tropis seperti Indonesia.

Tentang Penamaan Asteroid

Penamaan asteroid yang diambil dari nama seorang ilmuwan bukanlah suatu hal yang asing dalam dunia astronomi internasional. Tokoh atau ilmuwan disematkan namanya jadi nama asteroid sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.

Selain Bayu, ilmuwan asal Indonesia lainnya seperti Premana Wardayanti juga dijadikan nama asteroid (12937) Premadi. Ia adalah periset sekaligus dosen yang kini mengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 11 Nama Ilmuwan BRIN dalam Daftar 2% Peneliti Terbaik Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(cyu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads