Kiendra Lian Damarta (16), siswa Sekolah Rakyat yang fasih berpidato bahasa Inggris di depan Presiden Prabowo Subianto dapat beasiswa ke luar negeri. Awalnya, anak sopir ojek online ini merasa dipaksa bersekolah di Sekolah Rakyat ini.
"Aku sempat merasa seperti dipaksa, tapi melihat kondisi orang tua, ya sudah saya masuk saja, karena memang tidak ada biaya," kata Kiendra, dilansir dari laman Kemensos, Sabtu (17/1/2026), ditulis Minggu (18/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiendra mengakui masuk Sekolah Rakyat awalnya bukan keinginannya. Namun dia menyadari, ada keterbatasan finansial untuk meneruskan ke sekolah SMA reguler. Pekerjaan ayahnya, Jemmy Damarta sebagai rider ojek online dan ibunya, Liana Suhardini, yang berjualan makanan membuatnya sadar akan keterbatasan itu.
Dia lantas masuk Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Di sini Kiendra makin menemukan dan mengasah bakat dari mata pelajaran yang dia sukai sejak kecil, bahasa Inggris. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti adalah English Club.
Sebelum masuk ke Sekolah Rakyat, Kiendra autodidak sejak kecil dengan menonton berbagai konten berbahasa Inggris. Di SRMA 13 Bekasi, dia mencoba berpidato dan tampil di depan publik. Yang namanya belajar, mestilah tertatih dulu. Kiendra kerap mengalami kesulitan meningkatkan kemampuan berbicara dan menyampaikan ide.
Di bawah bimbingan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) sekaligus Pembina English Club Rifki Aziz, Kiendra berlatih rutin. Latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari berlatih di ruang guru, tampil di depan teman-temannya usai apel pagi, hingga pertama kali menggunakan mikrofon di aula sekolah. Kepercayaan dirinya mulai tumbuh.
"Walaupun peresmian Sekolah Rakyat sempat diundur, saya bersama Pak Aziz tidak pernah berhenti latihan. Jadi terus semangat berlatih," kata Kiendra.
Sang guru, Rifki Aziz, mulai melibatkan Kiendra dalam kegiatan storytelling berbahasa Inggris yang kemudian direkam dalam sebuah video. Dari rekaman tersebut, kemampuan Kiendra mulai dikenal hingga akhirnya mendapat kesempatan tampil dalam acara peresmian Sekolah Rakyat.
"Kiendra punya modal bahasa Inggris tapi sulit untuk practice sederhana sehari-hari," kata Aziz yang juga pernah tinggal di Melbourne, Australia ini.
Proses dan latihan Kiendra tak sia-sia. Puncaknya adalah penampilan tanpa cela saat berpidato bahasa Inggris di depan Presiden Prabowo Subianto, dalam 'Peresmian 166 Titik Sekolah Rakyat di 34 Provinsi' di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026) lalu.
"Saya merasa senang, capek tapi lebih (banyak) ke senangnya sih, soalnya ini pengalaman pertama aku bisa berpidato dengan banyak orang, apalagi di depan Pak Presiden," kata Kiendra.
Setelah tampil, Kiendra mengaku kepercayaan dirinya meningkat dan semangat belajarnya semakin kuat. Kini, di sekolah, ia juga turut aktif ikut kegiatan OSIS pada bidang kehumasan. Orang tua Kiendra pun menyampaikan rasa bangga atas pencapaian putra mereka.
Ke depan, Kiendra berharap dapat belajar dengan baik di Sekolah Rakyat, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, bahkan berkuliah di luar negeri untuk mewujudkan cita-citanya sebagai animator profesional.
Ia berharap program Sekolah Rakyat terus berlanjut agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dan yang berisiko putus sekolah memperoleh akses pendidikan berkualitas.
"Terima kasih Presiden Prabowo sudah memberikan fasilitas Sekolah Rakyat untuk anak-anak kurang mampu," kata Kiendra.
Sebelumnya Presiden Prabowo mengungkapkan kekagumannya terhadap pidato 4 bahasa asing yang disampaikan oleh 4 siswa Sekolah Rakyat.
"Saya terkesima hari ini terus terang saja. Terkesima kok bisa ya, anak-anak ini berpidato dalam beberapa bahasa. Bahasa Inggrisnya menurut saya luar biasa, karena saya besar di luar negeri, kalo saya bagus (bahasa Inggrisnya) wajar. Tapi anak-anak ini, kagum juga sama dia, siapa namanya tadi ya, tadi berbahasa bagus semua ya, suruh menghadap saya ya," ujar Presiden Prabowo dalam pidato di 'Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi' di SRT 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Lantas Prabowo mencetuskan ide memberikan beasiswa kepada siswa yang berpidato bahasa asing.
"Mungkin bagusnya kita kirim juga ke luar negeri, gimana, setuju nggak? Saya kagum, masa baru 6 bulan sudah ada juara Olimpiade Matematika, juara ini itu, saya sangat terkesima. Mudah-mudahan kamera nggak menuju ke saya, sulit saya membendung air mata juga karena bangga dan bahagia lihat anak-anak kita," tutur Prabowo.
(nwk/nah)











































