Kisah Ulfi: Tak Direstui Ortu S2 ke LN, Tembus LPDP-Kerja di Raksasa Nikel

ADVERTISEMENT

Kisah Ulfi: Tak Direstui Ortu S2 ke LN, Tembus LPDP-Kerja di Raksasa Nikel

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 09 Jan 2026 17:00 WIB
Kisah Ulfi: Tak Direstui Ortu S2 ke LN, Tembus LPDP-Kerja di Raksasa Nikel
Ulfi saat bekerja. Foto: LPDP
Jakarta -

Di tengah ramainya seseorang di media sosial yang menyebut 'kuliah itu scam', perempuan satu ini justru menepisnya dengan bukti nyata. Ulfi Rahmawati orangnya.

Perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur ini sekilas terlihat seperti perempuan pada umumnya. Namun, ia memiliki pengalaman dan jejak karier yang bisa menginspirasi detikers.

Ayah Ulfi merupakan seorang petani dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Sementara, Ulfi punya mimpi sangat tinggi, yang coba ia gapai dengan tembus seleksi beasiswa S2 LPDP ke luar negeri dan kini bekerja di perusahaan raksasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi Sarjana Pertama di Keluarga

Dalam hal materi, Ulfi mengakui keluarganya masih terbatas. Namun, dalam hal dukungan moral, keluarganya sangat kaya.

ADVERTISEMENT

Sejak kecil, orang tua Ulfi mengajarinya untuk bangun setiap pukul 3 atau 4 dini hari. Kini, Ulfi menyadari kebiasaan tersebut yang membuatnya bisa sukses seperti sekarang.

"Itu menurut saya salah satu hal kecil waktu saya kecil dan sangat saya syukuri dalam pertumbuhan. Karena itu bisa membangun kebiasaan baik ke depannya," ujar Ulfi, dilansir dari laman LPDP, Jumat (9/1/2026).

Nilai tersebut secara tak langsung mendorongnya untuk semangat dalam menempuh pendidikan. Ulfi pun berhasil menjadi sarjana pertama di keluarga. Ia lulus dari S1 Fisika Murni, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Tergerak Mengabdi sebagai Guru

Setelah lulus S1, Ulfi sempat mengajar sebagai guru honorer di kampung halamannya. Ia juga sering membimbing anak-anak menghadapi kejuaraan nasional.

Panggilan menjadi seorang guru bermula saat kuliah. Ia mengikuti program Kampus Mengajar di SD terpencil di Ponorogo.

Ia menyaksikan dengan mata dan kepalanya sendiri bahwa akses pendidikan di daerah terpencil seperti itu masih sulit. Ulfi kemudian memutuskan menjadi guru honorer di MAN 2 Ponorogo.

Ulfi sangat senang menjalani perannya sebagai guru dan membimbing muridnya mencapai banyak perlombaan. Ia juga mendorong agar mereka bersemangat untuk menempuh pendidikan tinggi juga.

"Menurut saya, gimana caranya anak-anak ini sedini mungkin tahu dunia kampus itu seperti apa, minatnya di bidang apa seperti itu, bukan lagi soal salah jurusan. Itu sih harapan saya selama menjadi guru" tuturnya.

Sempat Tak Direstui S2 ke Luar Negeri

Walaupun ia nyaman mengemban tugasnya sebagai guru, tetapi hati kecil Ulfi menginginkan dirinya belajar lebih tinggi. Ia berharap bisa melanjutkan S2 lewat beasiswa LPDP.

Namun, ia sadar kemampuan bahasa Inggrisnya masih kurang. Setelah memikirkannya dengan matang, Ulfi memutuskan ingin S2 di Central South University (CSU), China dengan pilihan jurusan fisika.

Ketika keinginan sudah kuat, muncul masalah yang tak ia duga. Ternyata orang tuanya tidak mengizinkan Ulfi kuliah di luar negeri.

Kedua orang tuanya saat itu menurutnya masih terbatas mencerna informasi tentang kondisi di luar negeri. Ulfi pun nekat daftar tanpa izin mereka.

"Saya daftar diam-diam dan alhamdulillahnya lolos," ucapnya.

Orang tua Ulfi akhirnya mengizinkan sang anak setelah mendengar ia lolos. Terlebih, tahun pertamanya dijalani dengan perkuliahan secara online karena pandemi Covid-19.

"Bapak itu pemikirannya lebih terbuka dan bisa meyakinkan Ibu. Jadi kita ngomongnya bertahap, pelan-pelan, bukan sesuatu yang memaksa, dan Bapak juga ikut bantu buat ngobrol," kenangnya

Ulfi kemudian mendalami bahasa Mandarin dan menjalani perkuliahan dengan semangat. Ia pun makin terdorong setelah melihat banyak pelajar di sana sangat rajin belajar.

"Yang membuat saya tertegun adalah semangat belajarnya mereka," katanya.

Kini Bekerja di Perusahaan Nikel

Gelar S2 pun sudah ia dapat, dan waktunya Ulfi pulang kampung. Pengetahuan dan pengalamannya selama di CSU menjadi bekal penting dalam kariernya.

Ulfi direkrut PT QMB New Energy, sebuah perusahaan besar milik China yang bergerak pada bidang nikel dan energi. Kini ia menjabat sebagai Assistant Production Engineer di departemen prekursor PT QMB New Energy di Morowali, Sulawesi Tengah.

Budaya kerja cepat dan efisien yang ia rasakan di China bantu Ulfi bisa beradaptasi dengan baik pada pekerjaannya saat ini. Atas beasiswa dan peluang kerja yang ia terima, ia kini terdorong untuk bekrja dengan maksimal dan berdampak baik bagi negara.




(cyu/twu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads