Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang, menjadi prinsip yang dipegang mahasiswi Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB), Gracia Hanarosalia Sitorus. Terlebih bila kesempatan yang datang adalah pengembangan diri melalui forum internasional.
Gracia panggilan akrabnya, terpilih menjadi awardee SEG/Chevron Student Leadership Symposium (SLS). Berhasil melalui proses seleksi yang ketat, Gracia jadi wakil SEG ITB dan berangkat ke Houston, Texas, Amerika Serikat, pada 23-28 Agustus 2025 lalu.
SLS merupakan program kepemimpinan internasional di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) terutama geosains. Forum ini diikuti oleh lebih dari 30 student leaders terpilih dari berbagai negara dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, program ini hadir untuk mengembangkan kapasitas para awardee di sisi kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi di bidang geosains. Gracia dan rekan-rekan internasionalnya bertemu dengan staf Chevron serta para profesional geosains.
Belajar Pengembangan Diri di Forum Internasional
Sepekan mengembangkan diri di negeri Paman Sam, Gracia menilai kesempatan ini menjadi pengalaman yang sangat membuka wawasan. Di sana, ia mengikuti berbagai sesi pengembangan diri, seperti komunikasi profesional, pengambilan keputusan, elevator pitching, dan aktivitas yang memerlukan kerja sama tim.
Agenda utama yang disiapkan SLS bagi para sosok-sosok terpilih dunia ini adalah business case challange. Para peserta dibagi menjadi beberapa tim dan diminta untuk memecahkan masalah industri.
Bertemu langsung dengan para pakar geosains dunia, Gracia mengaku mendapat wawasan soal perkembangan teknologi terkini, terutama di bidang ekplorasi geosains. Peserta juga di ajak memahami bila kolaborasi keilmuan teknis dan pemangku kebijakan adalah hal penting yang tidak bisa disepelekan.
"Saya belajar bahwa kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi adalah kunci agar ilmu geosains bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tuturnya dikutip dari laman resmi ITB, Rabu (7/1/2026).
Kepercayaan Bahwa Perempuan Harus Aktif Mengambil Peluang Global
Kini sudah pulang dari Amerika Serikat, Gracia ingin membagikan pengalaman dan pembelajarannya saat mengikuti SLS. Ia juga ingin mendorong mahasiswa lain terutama perempuan untuk aktif mengambil peluang internasional dan mengembangkan kapasitas profesional sejak dini.
Gracia berpesan bagi mahasiswa yang ingin melangkah mengikuti berbagai kegiatan internasional. Menurutnya, jangan ragu untuk mencoba setiap peluang yang datang.
"Be your best and be authentic. Jangan meremehkan maupun melebih-lebihkan kemampuan diri sendiri, fokus pada dampak, dan jangan ragu mencoba setiap peluang yang ada," pesannya.
Pihak ITB sendiri menyebut keikutsertaan Gracia dalam forum ini menjadi bentuk representasi peran perempuan dalam kepemimpinan geosains. Ini juga jadi bukti bila mahasiswa perempuan di ITB punya kapasitas untuk berkontribusi dan bersaing di tingkat global.
"Dengan semangat pengembangan diri, kolaborasi, dan inklusivitas, ITB terus mendorong lahirnya generasi pemimpin sains yang siap berkontribusi bagi Indonesia dan dunia," tegas ITB.
(det/faz)











































