Terinspirasi Cabai Ungu, Shafiq Tekuni Riset hingga Jadi Lulusan Terbaik IPB

Terinspirasi Cabai Ungu, Shafiq Tekuni Riset hingga Jadi Lulusan Terbaik IPB

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 05 Jan 2026 08:00 WIB
Terinspirasi Cabai Ungu, Shafiq Tekuni Riset hingga Jadi Lulusan Terbaik IPB
Shafiq, lulusan terbaik IPB. Foto: IPB University
Jakarta -

Menjadi lulusan terbaik dapat diwujudkan lewat banyak cara mulai dari meraih IPK tinggi, berprestasi dalam banyak hal, bahkan karena tekun menjalani riset. Sebagaimana yang dilakoni oleh Shafiq Nayottama.

Ia tak menyangka, kesenangannya terhadap cabai ungu membuatnya dapat lulus dengan IPK tinggi 3,90 dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Shafiq sendiri baru diwisuda pada 10 Desember 2025 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senang dengan Cabai Ungu Sejak SMA

Cabai ungu adalah varietas baru yang dilahirkan oleh peneliti IPB yakni Prof Syukur. Shafiq mengetahui tentang adanya cabai ungu sejak ia SMA.

Kesukaannya terhadap cabai ungu mengantarkan Shafiq memilih jurusan Agronomi dan Hortikultura IPB University. Menurutnya, memilih jurusan ini adalah sesuatu yang tepat dalam hidupnya.

ADVERTISEMENT

"Tak disangka, warna ungu kecil di layar presentasi saat kegiatan IPB Goes to School kala itu kelak menentukan arah hidup saya, mendorong saya untuk mencari tahu dan membuat keputusan besar dengan memilih Program Studi Agronomi dan Hortikultura IPB University sebagai rumah belajar saya," katanya dikutip dari laman IPB University, Sabtu (3/1/2026).

Shafiq masuk IPB lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau kini dikenal sebagai Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

"Rasa syukur itu semakin berlipat ketika saya benar-benar menjadi mahasiswa bimbingan Prof Syukur, sosok yang karyanya dulu mencuri perhatian saya saat SMA," ujarnya.

Tekuni Riset tentang Cabai Ungu

Saat menjalani kuliah, Shafiq juga menekuni penelitian tentang cabai. Ia menekuni penelitian tentang evaluasi keragaman dan daya hasil cabai keriting hibrida dan non hibrida.

"Saya sangat menikmati seluruh prosesnya, mulai dari penyilangan tetua, penyortiran benih, penyemaian, pindah tanam, pemeliharaan, hingga pemanenan berulang kali," tuturnya.

Shafiq selalu merasa bahagia saat melihat tanaman yang dirawatnya tumbuh dengan baik. Hal itu menjadi penakluk rasa lelah akan padatnya kuliah.

"Melihat tanaman tumbuh dari hasil tangan sendiri adalah sesuatu yang tidak tergantikan," ungkapnya.

Shafiq juga memutuskan mengikuti pertukaran pelajar di Bengkulu dan Magang Merdeka di Edufarmers International. Lewat magang, Shafiq melihat sendiri bagaimana petani menumbuhkan hasil tanamnya.

"Bertemu petani, berdiskusi, dan melihat perubahan nyata dari hasil pendampingan membuat saya semakin yakin dengan pilihan bidang yang saya tekuni," kenang Shafiq.




(cyu/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads