Kisah Prita Gani Rintis LSPR, Pernah Jual Perhiasan Demi Gaji Karyawan

Kisah Prita Gani Rintis LSPR, Pernah Jual Perhiasan Demi Gaji Karyawan

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 01 Des 2022 15:46 WIB
Prita Kemal Gani
Prita Kemal Gani. (Foto: Muhammad RIdho/detikcom)
Jakarta -

Prita Kemal Gani meluncurkan biografinya bertajuk 'Prita Kemal Gani, 30 Tahun Sebagai Pendidik. Multi Peran Menjadi Pemimpin, Tokoh Humanis, Istri, dan Ibu'. Buku tentang pendiri London School of Public Relations (LSPR) itu akan diterbitkan mulai 7 Desember 2022.

Dalam buku setebal 184 halaman itu, Prita menceritakan pengalaman hidupnya dalam 10 episode. Dua di antaranya adalah perjuangannya membangun LSPR dari nol dan pengalamannya sebagai seorang ibu.

Bangun LSPR dari Nol-Jual Perhiasan Demi Gaji Karyawan

LSPR awalnya berdiri hanya dengan dua pegawai dan puluhan murid saja. Pada masa-masa awal, Prita bahkan sempat menjual perhiasannya untuk membayar gaji karyawan.

"Sejak awal, saya selalu yang terdepan memperjuangkan pegawai," terang Prita dalam keterangan resminya, Kamis (1/12/2022).

"Tak jarang saya menjual perhiasan untuk membayar gaji dosen. Semua kami lakukan bersama-sama, hasilnya kami nikmati bersama," sambungnya.

Meski terjun sebagai seorang pemimpin dan pendidik, hal ini tak membuat Prita merasa lebih tinggi dari rekan kerjanya. Menurut Prita, pegawai serta pendidik di LSPR sudah seperti keluarga.

"Mungkin bekerja sebagai pendidik jumlah penghasilannya tidak berlebihan, namun kami memiliki kebahagiaan yang tak bisa dibeli dengan uang," kata Prita.

Kini, LSPR bisa meluluskan puluhan ribu mahasiswa di bidang kehumasan, komunikasi, dan bisnis. Tak hanya mencetak lulusan terbaik, LSPR juga membuka lapangan kerja yang luas di bidang pendidikan.

Pengalaman Seorang Ibu

Selain membagikan perjuangannya membangun LSPR, Prita juga mengisahkan kehidupan keluarganya, yakni menjadi ibu dari anak bungsu dengan spektrum autisme.

"Raysha adalah pertama kehidupan dan guru terbaik saya. Raysha mengajarkan pada saya bahasa komunikasi yang lebih tinggi, yaitu bahasa cinta," kata Prita.

Sebagai seorang ibu dan pendidik, Prita lewat LSPR mengembangkan diri dengan mendirikan London School Beyond Academy (LSBA). Di sini, anak-anak berkebutuhan khusus dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) bisa berkembang di LSBA dengan bimbingan dari tenaga-tenaga profesional.

Harapannya dengan LSBA ini, anak-anak bisa berkarya, mandiri, bermasyarakat, dan bahagia.

Harapan Prita Kemal Gani

Dengan rendah hati, Prita berharap semoga biografi ini menjadi manfaat bagi masyarakat. Harapannya, LSPR dapat terus mengembangkan diri dengan perspektif global, di mana tidak ada lagi sekat antar negara.

"Saya persembahkan buku ini untuk semua pembaca yang sepakat bahwa ilmu pengetahuan adalah investasi yang paling berharga," pungkasnya seperti tertulis dalam laman awal Biografi.



Simak Video "Melihat Pameran Buku Terapung Terbesar di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia