3 Tips dari Sri Mulyani untuk Peminat Beasiswa di Luar Negeri di Tengah Krisis

3 Tips dari Sri Mulyani untuk Peminat Beasiswa di Luar Negeri di Tengah Krisis

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 05 Okt 2022 07:00 WIB
Poster
Sri Mulyani beri tips menyiapkan diri bagi peminat beasiswa luar negeri maupun dalam negeri seperti beasiswa LPDP. Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menginjak satu dekade seiring persiapan keberangkatan awardee beasiswa LPDP Angkatan 193 dan 194 pada tahun 2022.

Bertepatan dengan satu dekade LPDP, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sejumlah tips sebagai bekal bagi para peminat beasiswa di luar negeri seperti beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) di tengah krisis energi hingga pangan berbagai negara tujuan studi.

Tips Sri Mulyani untuk Peminat Beasiswa Luar Negeri

Persiapan Mental untuk Bertanggung Jawab pada Indonesia

Pertama, Sri Mulyani mengingatkan bahwa penerima beasiswa perlu menyiapkan mental yang kuat untuk menjalani pendidikan dan mau berkolaborasi menghadapi berbagai tantangan.

Sebab, para mahasiswa awardee beasiswa juga bertanggung jawab atas keberangkatannya untuk belajar di luar negeri pada masyarakat Indonesia.

Ia mencontohkan, kesiapan salah satu awardee LPDP dalam menghadapi tantangan pandemi COVID-19 yang melanda dunia memungkinkannya menemukan COVID-19.

"Kita sebagai negara dan bangsa bekerja bersama. Dan krisis akan menghasilkan juga para pahlawan, baik di bidang kesehatan, atau bidang ekonomi. Awardee LPDP ikut menemukan vaksin COVID-19. Kalau enggak ada COVID, barangkali tidak akan terekspos," tuturnya, dikutip dari kanal YouTube LPDP RI.

Dana Beasiswa Perlu Dijaga untuk Kebutuhan Pelajaran

Sri Mulyani mengingatkan, inflasi tinggi di Eropa dan Amerika Serikat yang tengah terjadi turut menurunkan daya beli. Untuk itu, mahasiswa perlu menjaga beasiswa yang diterima agar dapat memenuhi kebutuhan pelajaran.

"Inflasi yang tinggi jelas menggerus daya beli. Kalian harus hati-hati dengan beasiswa yang kalian terima. Jaga untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelajaran kalian," tuturnya.

Belajar dari Perbandingan Situasi di Indonesia dengan Negara Tujuan Studi

Ia menambahkan, kendati mengambil studi sains, para awardee beasiswa luar negeri perlu punya curiosity untuk menengok situasi politik, ekonomi, sosial, hingga budaya yang terjadi di Indonesia.

Membandingkan situasi di Indonesia dengan yang terjadi di negara tujuan studi menurutnya jadi salah satu proses pembelajaran untuk mengurus Indonesia sekembalinya dari studi.

"Apakah ekonomi kita, suasana politik, sosial, coba bandingkan dengan negara di mana kalian belajar. Itu juga jadi salah satu bagian proses pembelajaran kalian," kata Sri Mulyani.

Itu akan membuat kalian menyadari, di mana posisi Indonesia, bagaimana kita mengurus Indonesia, bagaimana kita menghadapi tantangan yang sama, yaitu tantangan pandemi, tantangan guncangan ekonomi, krisis pangan, inflasi, yang semuanya sekarang mendominasi negara-negara tempat tujuan kalian belajar," imbuhnya.

Sri Mulyani menggarisbawahi, para peminat beasiswa dalam negeri pun perlu mempelajari kondisi Indonesia.

"Belajar tidak hanya dari kelas, belajar tidak hanya dari text book, menjadi warga negara yang sadar akan bangsanya. Untuk kemudian kita menjaga sikap, untuk menjaga Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Legislator Sentil Penerima LPDP Makan Uang Rakyat Tapi Ogah Kerja di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia