Taman Baca Masyarakat Ini Sukses Atasi Learning Loss, Sampai 60 Persen!

Taman Baca Masyarakat Ini Sukses Atasi Learning Loss, Sampai 60 Persen!

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 04 Okt 2022 08:30 WIB
IKBM Kalimantan Utara
TBM dan Sekolah Bekerja sama Pulihkan Learning Loss. (Foto: IKBM Kalimantan Utara)
Jakarta -

Taman Baca Masyarakat (TBM) di Malinau, Kalimantan Utara sukses pulihkan learning loss atau hilangnya kemampuan belajar siswa. TBM ini sukses memulihkan learning loss sebanyak 60 persen.

Tak hanya TBM, program pemulihan learning loss ini merupakan kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB), Yayasan Litara, dan Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM).

"Program ini merupakan kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB), Yayasan Litara, dan Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM)," kata Leo Riski Ricardo, Wakil Ketua IKBM dalam keterangan resminya, Jumat (30/9).

Bagaimana cara kolaborasi ini menurunkan angka learning loss pada siswa di Kalimantan Utara? Simak di bawah ini.

Cara Program Sinergi Sekolah dan Taman Baca Masyarakat Pulihkan Learning Loss

Menurut Leo, peran guru sangat penting untuk mengidentifikasi siswa yang mengalami learning loss. Program pemulihan ini dimulai dengan dilakukannya asesmen diagnostik.

Asesmen diagnostik dilakukan untuk mengetahui siswa yang mengalami learning loss. Kemudian, daftar nama anak yang mengalami learning loss akan diberikan kepada pegiat TBM untuk mendapat prioritas bantuan belajar.

Setelah itu, guru dan pegiat TBM membuat pembagian tugas dalam kegiatan penanganan learning loss. Pada pagi hari, proses pemulihan pembelajaran dilakukan oleh guru di sekolah. Guru menggunakan strategi pembelajaran terdiferensiasi.

Kemudian pada sore hari, pegiat TBM memberikan bimbingan belajar kepada siswa yang mengalami learning loss. Kegiatan bimbingan belajar dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan.

Anak-anak akan diajak bermain, membaca buku cerita, dan latihan baca-tulis. Kegiatan yang menyenangkan ini, menurut Leo, membuat anak bersemangat datang ke TBM.

Perkembangan anak pada program pemulihan learning loss ini rutin dikabarkan oleh Pegiat TBM kepada guru. Begitu pula sebaliknya dengan guru, selalu menginformasikan kepada pegiat TBM perubahan positif yang ditunjukkan siswa.

"Sejak tahun 2019 para pegiat TBM di Malinau sudah dilatih tentang cara memilih buku yang ramah anak, teknik membaca yang menyenangkan, dan cara untuk membantu anak belajar baca-tulis. Bekal itu yang kami pakai untuk membantu pemulihan pembelajaran di masa pandemi COVID-19," terangnya.

Dapat Dukungan Penuh

Leo mengatakan program sinergi sekolah dan TBM di Malinau mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi mitra pembangunan seperti INOVASI, dan perusahaan yang beroperasi di sana melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Selain pelatihan untuk pegiat TBM, dukungan juga diberikan dalam bentuk hibah buku cerita anak dan pembiayaan operasional TBM.

Khusus untuk buku cerita anak, buku-buku yang digunakan sekolah dan TBM di Malinau ditulis sendiri oleh guru-guru Kaltara. Karya-karya ini kemudian didesain sesuai standar internasional oleh Yayasan Litara di Bandung, Jawa Barat.

Buku-buku berisi cerita lokal sehingga mudah dipahami anak-anak di Malinau.

"Sedangkan pengadaan atau percetakan bukunya sendiri didukung oleh PT. Mitrabara Adiperdana, Tbk dan PT. Baradinamika Mudasukses melalui program CSR," terangnya.

Berkat kolaborasi sekolah, Taman Baca Masyarakat, serta pihak pendukung, learning loss pada anak-anak di Malinau sudah pulih hingga 60 persen dalam jangka waktu beberapa bulan saja.



Simak Video "Perkembangan Kasus Siswa SD Di-bully Kakak Kelas Hingga Koma"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia