Cerita Bripda Ema, Sempat Gagal 2 Kali Masuk Pendidikan Kepolisian

Cerita Bripda Ema, Sempat Gagal 2 Kali Masuk Pendidikan Kepolisian

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Senin, 03 Okt 2022 12:30 WIB
Bripda Ema
Bripda I Putu Ema Perdana Putra. (Dok. Kemensos RI)
Jakarta -

Kondisi ekonomi bukanlah kendala untuk berprestasi ataupun sukses, hal ini dibuktikan oleh I Putu Ema Perdana Putra. Pria berumur 21 tahun itu kini menjadi sebagai seorang anggota Polri dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) usai melalui kegagalan beberapa kali.

Lelaki yang akrab disapa Ema itu mendapatkan bantuan pendidikan dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI. Sang ibu, Ni Ketut Sutiyatini, tercatat sebagai penerima PKH dan Bantuan Sembako.

"Pendidikan Ema dibantu dari PKH. Jadi, tiang bilang Ema harus buktikan bisa berprestasi dan sukses," ujar Sutiyatini sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Sosial RI, Senin (3/9/2022).

Sebagai informasi, PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Program ini dimaksudkan sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dan telah ada sejak 2007 silam.

Adapun penerima PKH terdiri dari ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, lansia dan penyandang disabilitas. Besaran dana bantuan yang diterima tiap-tiap komponen tentu berbeda.

Selalu Raih Peringkat 1 di Sekolah

Prestasi Ema dibuktikan semenjak dirinya mengenyam pendidikan di tingkat SD hingga SMA. Sutiyatini menceritakan, putranya selalu mendapatkan peringkat 1.

Tak sampai disitu, semasa kuliahnya Ema juga mendapatkan IPK paling tinggi di angkatannya. Prestasi Ema di bidang akademik sangat gemilang.

Bahkan, dirinya juga merupakan tim Paskibraka Kabupaten Tabanan, Bali tahun 2018 silam. Ema menjadi satu-satunya siswa yang terpilih untuk mewakili sekolahnya menjadi anggota Paskibraka.

Gagal Masuk Pendidikan Kepolisian

Ragam prestasi yang ia raih lantas membuka banyak peluang pendidikan. Dari mulai perguruan tinggi, hingga pendidikan menjadi anggota Polri.

Meski demikian, karier pendidikan yang dijalankan Ema tidak selalu mulus. Ema yang berencana melanjutkan pendidikan kepolisian harus menelan pil kegagalan berkali-kali.

Percobaan pertama pada tahun 2019, ia mengikuti tes menjadi anggota Polri. Sayangnya, Ema gagal di tahapan tes tertulis psikotes.

Enggan menyerah, ia kembali mencoba di tahun 2021. Sayangnya, ia lagi-lagi dirinya mengalami kegagalan.

Selama masa percobaan masuk pendidikan kepolisian tersebut, Ema tidak hanya berdiam diri saja. Sebaliknya. ia mengambil kesempatan beasiswa Bidikmisi yang didapatnya dari Politeknik Bali.

"Tahun 2019, Ema coba masuk perguruan tinggi, dapat undangan dan beasiswa Bidikmisi dari Politeknik Bali. Dia masuk kuliah itu tanpa tes karena ranking 1 terus dan anggota Paskibraka. Akhirnya diterima," ungkap sang ayah, I Nyoman Sarjana.

Lulus Tes pada Percobaan Ketiga

Pada tahun 2022, untuk ketiga kalinya Ema mencoba mengikuti Seleksi Bintara Polri Gelombang II. Nasib baik berpihak padanya, dirinya dinyatakan lulus seleksi dan ditempatkan di Polda Bali.

"Pengumumannya online di YouTube Polda Bali. Ayo nonton bareng-bareng nenek, bapak dan adiknya Ema. Tak tahan saya, nangis mengingat perjuangannya. Gigih. Pagi sampai malam kuliah. Pulang kuliah, dia olahraga lari keliling kampung jam 1 malam persiapan tes fisik, akhirnya lulus," kenang Sutiyatini, mengingat perjuangan anaknya untuk lolos tes Polri.

Cerita keberhasilan Ema dapat dijadikan sebagai suatu acuan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk mencapai kesuksesan. Di samping itu, Ema adalah sosok yang tidak mudah menyerah dalam menggapai mimpinya.

Sutiyatini berharap anaknya bisa terus sukses dan menjadi teladan bagi adiknya. Bahkan, sang adik juga berprestasi di bidang olahraga karate.

Demikian cerita tentang Ema, anggota Polri yang kerap meraih peringkat satu semasa sekolah hingga perjalanannya menuju pendidikan kepolisian di Indonesia. Semoga perjuangan Ema dapat menginspirasi detikers, ya!



Simak Video "Eks Kapolri Turun Gunung Bahas Nasib Polri"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia