Cerita Aditya Jadi Wisudawan Tertua ITS di Usia 63 Tahun

Cerita Aditya Jadi Wisudawan Tertua ITS di Usia 63 Tahun

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 26 Sep 2022 19:15 WIB
Wisudawan tertua ITS berusia 63 tahun
Foto: ITS Surabaya/Wisudawan tertua ITS berusia 63 tahun
Jakarta -

Ada yang menarik dalam wisuda Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kemarin, Minggu (25/9/2022). Aditya Sutantio, menjadi wisudawan tertua pada usianya yang ke-63 tahun 4 bulan.

Pria yang akrab disapa Adit ini lulus dari program doktoral Departemen Teknik Sipil ITS.

Rupanya, studi doktoralnya itu pun awalnya tak pernah direncanakan. Sejak lulus dari jenjang sarjana, Adit sudah menggeluti dunia konstruksi dan memilih fokus bekerja di lapangan dan menekuni berbagai proyek, seperti bendungan, jembatan, sampai perumahan di pelosok Bali dan Nusa Tenggara.

Kondisi Kebugaran Menjadi Tantangan

Setelah menyelesaikan pendidikan S2 di Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS pada 2009, Adit pun diangkat menjadi salah satu pengajar di sana. Walaupun tidak muda lagi, tuntutan sebagai pengajar pada akhirnya mendorong Adit untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Hal ini pun tak lepas dari peran Prof. Yulinah, salah satu guru besar yang kerap mendorong saya," ujarnya, dikutip dari laman ITS.

Menurut sosok kelahiran Rembang 1959 itu, fisiknya yang tak lagi sebugar dulu menjadi tantangan hingga membuatnya nyaris menyerah. Dia pun mengaku bahwa terkadang cukup sulit untuk membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan.

"Namun kebersamaan dengan mahasiswa doktoral lainnya membuat tugas yang dikerjakan terasa lebih ringan, kami juga sering belajar bersama," ucapnya.

Selain kebugaran dan waktu, Adit mengatakan pernah terkendala dengan tuntutan akan publikasi ilmiah internasional yang selanjutnya dijadikan disertasi. Dia menuturkan, publikasi ilmiah begitu menantang karena dibutuhkan ketekunan, kecermatan, juga kemampuan menulis dalam bahasa Inggris secara tepat.

Dukungan dari istri dan para pembimbinglah yang membuatnya tidak berhenti, meski publikasi ilmiahnya pernah ditolak empat kali. Pada akhirnya, Adit berhasil menerbitkan dua publikasi internasional sekaligus pada awal 2022 dan mengangkat topik disertasi mengenai konstruksi berkelanjutan.

Penggemar traveling itu berharap supaya ke depannya, penelitian miliknya secara perlahan dimanfaatkan para pengembang properti dalam memakai material yang ramah lingkungan. Hal ini bisa dilakukan melalui pemakaian kembali material buangan dan desain bangunan yang hemat energi.

"Tentunya dibutuhkan pula kesadaran kolektif semua pihak agar kehidupan generasi selanjutnya dapat lebih baik," kata dia.

Adit berpesan kepada generasi muda agar menjalani setiap proses pendidikan dengan rasa syukur. Pesan ini ia lontarkan berdasarkan pengalamannya menemui keterbatasan dalam proyek-proyek pembangunan di pelosok dan menyelesaikan S3 di usia yang tak muda.

"Seperti naik gunung, mencapai puncak itu hanya bonus. Yang terpenting adalah nikmati proses dan jalani dengan keikhlasan," pesan wisudawan tertua ITS kali ini.



Simak Video "Tangis Haru Ayah Yoshua Wakili Kelulusan Anaknya Jadi Sarjana Hukum"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia