Ketua PBNU Bertemu Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Ini yang Dibahas

Ketua PBNU Bertemu Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Ini yang Dibahas

Nikita Rosa - detikEdu
Sabtu, 17 Sep 2022 17:41 WIB
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf bersama Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi Sheikh Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Sheikh di Nur-Sultan.
Ketua Umum PBNU bersama Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi. (Humas NU)
Jakarta -

Rombongan Nadhatul Ulama (NU) berkunjung ke Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi Sheikh Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Sheikh di Nur-Sultan. Kunjungan ini berlangsung di sela-sela Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional.

Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional ini ditutup di Kota Nursultan, Kazakstan, dengan partisipasi lebih dari 100 delegasi tokoh dan pemuka agama dari 60 negara di dunia.

Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Urusan Islam Arab Saudi, pengurus besar Nahdlatul Ulama serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakstan meninjau bidang kerja sama dan hal-hal yang menjadi kepentingan bersama, terutama terkait kinerja dakwah Islam, penyebaran moderasi beragama, dan penolakan terhadap ekstremisme.

Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Sheikh Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Sheikh menerangkan keseriusan pemerintah Arab Saudi dalam hal-hal yang bisa mewujudkan keamanan dan perdamaian seluruh masyarakat di dunia. Dia juga memaparkan upaya-upaya yang dilakukan Raja Salman bin Abdulaziz dan putranya dalam melayani umat Islam di dunia.

Sheikh Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Sheikh menekankan komitmen Arab Saudi untuk memerangi terorisme.

"Kerajaan Arab Saudi ibarat kepala bagi tubuh Islam, menargetkannya berarti menargetkan seluruh umat Islam di dunia," ungkap Sheikh Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Sheikh dalam keterangan resminya yang diterima, Sabtu (17/9/2022).

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dalam pertemuan itu mengapresiasi upaya Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Islam dan umatnya di berbagai negara.

Gus Yahya sapaan akrabnya, menunjukkan keseriusan NU untuk belajar dari pengalaman Kementerian Urusan Islam Arab Saudi dalam menyebarkan moderasi beragama serta memerangi ekstremisme dan terorisme.

Dia juga menyampaikan kebanggaannya atas upaya yang dilakukan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan di bawah kepemimpinan Syekh Abdul Lathif bin Abdul Azizi Al-Sheikh dalam menyebarkan moderasi dan memerangi ekstremisme.

Gus Yahya juga menekankan pidato yang disampaikan oleh Syekh Abdul Lathif bin Abdul Azizi Al-Sheikh pada Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional. Pidato tersebut tentang pentingnya mencapai perdamaian dan kerukunan, menyebarkan budaya hidup berdampingan secara damai, dan menolak kekerasan.

"Karena itu, Nahdlatul Ulama tertarik untuk menjalin kerja sama positif dan konstruktif dengan pemerintah Arab Saudi untuk kebaikan rakyat Indonesia," tutur Gus Yahya.

Ketua Umum PBNU itu menjelaskan kelompok-kelompok fanatik, teroris, dan ekstremis tidak hanya terbatas pada masyarakat muslim, tetapi meluas ke seluruh umat manusia. Menurut dia, setiap orang memiliki tanggung jawab bersama untuk mencari solusi dari aksi ekstrimis ini.

"Dari sini, NU serius bekerja sama dengan Kementerian Urusan Islam Kerajaan Arab Saudi untuk mencapai konsensus mengembangkan masa depan yang lebih baik antara komunitas muslim serta masyarakat dan negara-negara di dunia, melalui solusi-solusi substansial dan berkelanjutan terhadap permasalahan-permasalahan terorisme dan ekstremisme," tutupnya.



Simak Video "LBH Ansor Laporkan Faizal Assegaf Atas Ujaran Kebencian"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia