Niat Dirikan Madrasah Negeri, Filipina Jadikan Indonesia Sebagai Contoh

Niat Dirikan Madrasah Negeri, Filipina Jadikan Indonesia Sebagai Contoh

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 15 Sep 2022 17:45 WIB
Dirjen Pendis Bersama Direktur Jenderal Pendidikan Umum
Dirjen Pendis Kemenag Muhammad Ali Ramdhani (tengah) bersama Dirjen Pendidikan Dasar MBHTE-Filipina, Abdullah P. Salik, Jr. (kiri) dan Dirjen Madaris MBHTE, Tahir G. Nalg (Foto: Pendis Kemenag RI)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Teknik dari Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (MBHTE BARMM) Filipina melakukan studi banding ke sejumlah pondok pesantren dan madrasah di Indonesia sehubungan dengan perencanaan pembangunan madrasah negeri di Filipina .

Dirjen Madaris MBHTE BARMM Filipina, Tahir G. Nalg mengungkapkan Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Karena itu menurut Tahir, Indonesia merupakan negara yang tepat untuk dijadikan sebagai contoh dalam hal pembangunan madrasah, serta pembuatan dan implementasi kebijakan perihal madrasah.

"Selain itu, kami bisa menginterpretasikan kata 'moderasi' dengan Indonesia," ujar Tahir dalam keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Rabu (14/9/2022).

Tahir juga mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi madrasah di Bangsamoro adalah sulitnya para alumnus dalam mendapat pekerjaan. Lapangan pekerjaan untuk lulusan Madrasah masih sangat terbatas. Berbeda dengan lulusan dari sekolah umum.

"Kita ingin belajar, bagaimana lulusan pesantren dan madrasah dapat berkancah di dunia kerja layaknya lulusan sekolah umum," ujarnya.

Rombongan dari Bangsamoro tersebut berkunjung ke Pondok Pesantren Al Hamid Jakarta Timur, Ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta dan MAN Insan Cendekia (IC) Serpong Tangerang Selatan.

"Kami sangat berharap bisa mengadopsi hal hebat yang diterapkan oleh sistem pendidikan Islam di Indonesia. Ke depannya, semoga kami bisa mengirim delegasi kami untuk belajar langsung di madrasah dan pesantren di Indonesia agar langsung bisa diterapkan di madrasah kami," ujarnya.

Dirjen Pendis Kemenag Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan madrasah di Indonesia pada dasarnya adalah sekolah pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah tambahan pelajaran agama.

"Bedanya satu, bahwa kami menambahkan pelajaran agama sebagai inti penyelenggaraan madrasah. Sehingga kami tidak merubah, tapi menambah," ujar Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Selain itu, dilakukan juga sejumlah terobosan mengingat tantangan yang harus dihadapi di masa depan. Misalnya dengan memutakhirkan kurikulum untuk madrasah.

"Kurikulum kami rancang, agar mampu menjawab masa depan anak madrasah. Maka, di Madrasah Aliyah kami lakukan rekonstruksi kurikulum dengan Cambridge sehingga alumni diterima di kampus terkemuka di dunia," ujar Dhani.



Simak Video "Pondok Pesantren di Bogor Kebakaran, Diduga Akibat Korsleting Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia