Ciptakan Ring Jantung Bioreseorbable, Mahasiswa Unair Raih Pendanaan Ditjen Dikti

Devi Setya - detikEdu
Kamis, 18 Agu 2022 20:30 WIB
Mahasiswa Unair Raih Pendanaan Ditjen Dikti
Mahasiswa Unair yang Membuat Inovasi Ring Jantung Foto: Humas Unair
Jakarta -

Pemasangan ring jantung atau stent merupakan satu prosedur yang dilakukan pihak medis terhadap pasien yang mengalami aterosklerosis. Ini adalah kondisi masalah kesehatan yang diakibatkan oleh penumpukan kolesterol pada pembuluh darah arteri.

Keluhan seperti ini tidak bisa dianggap remeh, karena dapat memicu berbagai penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke. Penyebab utamanya adalah penyumbatan aliran darah dalam tubuh akibat tingginya kadar kolesterol.

Dilansir dari situs resmi Universitas Airlangga (Unair), tim mahasiswa Unair berhasil membuat stent setelah salah satu anggota tim memiliki pengalaman pada keluarganya. Adalah Cakra Abdillah selaku ketua tim yang menjelaskan bahwa inovasi stent tersebut berangkat dari ia yang mendapati salah satu keluarganya yang menjalani operasi pemasangan stent.

Ide ini kemudian menjadikan Cakra dan tiga rekan mahasiswa Unair lainnya membuat inovasi berupa stent yang bersifat Bioreseorbable (mudah terserap) dari Polylactic Acid/Polycaprolactone (PLA/PLC).

"Dari sana saya mulai tertarik untuk mendalami stent karena kebetulan saya juga dari Teknik Biomedik yang juga pernah mempelajari itu," ungkap Cakra.

Keunggulan stent buatan mahasiswa Unair

Cakra mengungkapkan berbagai keunggulan stent yang ia dan timnya buat. Dengan penggunaan bahan berupa PLA/PLC memungkinkan stent yang terpasang ini nantinya bisa secara otomatis terdegradasi dalam tubuh.

"Sehingga ketika pembuluh darah sudah normal, stent tidak mengganggu aliran darah," kata Cakra menjelaskan inovasi buatannya.

Selain itu, stent buatan mereka juga dilapisi Kitosan Sulfat yang berfungsi sebagai anti trombus. Dengan demikian, pemasangan stent ini meminimalisir adanya pembekuan darah.

"Jadi stent kami ini terdiri dari dua lapisan yakni PLA dan PLC yang kemudian dilapisi oleh Kitosan Sulfat yang semuanya dicetak menggunakan 3D Printing," lanjutnya.

Berhasil meraih pendanaan dari Ditjen Dikti

Selain Cakra, anggota tim lainnya adalah India Maretta Hulu, Nisrin Novel, dan Daria Aulia Izdihar Bintang. Empat mahasiswa ini berhasil lolos pendanaan oleh Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2022.

Penelitian tentang stent yang dibimbing oleh Dr Prihartini Widiyanti M.Kes ini tengah menjalani uji in vitro sebelum nantinya diketahui tingkat efektivitasnya.

Sebagai penemu inovasi ini, Cakra dan timnya berharap agar penelitian ini menghasilkan data yang positif agar bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Ia menuturkan bahwa jika nantinya hasil dari uji in vitro ini sesuai yang diharapkan, bisa dikembangkan untuk dilakukan uji in vivo untuk mengetahui tingkat keamanannya.

"Melalui penelitian kami ini harapannya nanti bisa benar-benar dikembangkan sebuah stent yang bioreseorbable untuk penanganan medis aterosklerosis," pungkas Cakra.



Simak Video "Kemenkes Targetkan Vaksin Merah Putih Unair untuk Booster dan Vaksin Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia