Bangga! Lima Siswa Wakili Indonesia dalam Ajang IOAA

Devi Setya - detikEdu
Kamis, 18 Agu 2022 19:30 WIB
Lima Siswa Wakili Indonesia dalam Ajang IOAA
Lima Siswa Wakil Indonesia dalam Ajang IOAA Foto: Humas Puspresnas
Jakarta -

Indonesia mengirimkan lima siswa yang menjadi wakil untuk mengikuti ajang International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA). Ajang adu prestasi skala internasional ini digelar secara daring.

Dilansir dari laman resmi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), lima siswa ini terpillih dari ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) bidang Astronomi tahun 2021 untuk mengikuti ajang IOAA ke-15.

Perwakilan lima siswa ini berasal dari berbagai sekolah negeri maupun swasta di berbagai daerah di Indonesia. Nantinya para siswa ini akan mengikuti ajang yang diselenggarakan pada tanggal 14-22 Agustus 2022 secara hybrid di Kutaisi, Georgia. Tim Indonesia mengikuti kompetisi ini secara daring.

Lima siswa wakil Indonesia

Lima siswa perwakilan Indonesia ini terpilih melalui seleksi yang sangat ketat. Semuanya memiliki kemampuan mumpuni untuk mengikuti ajang ini.

Adapun lima siswa terbaik tersebut adalah:
1. Donni Putera Sow dari SMAN 3 Lingga ⁣Kepulauan Riau
2. Ferdinand dari SMA 1 Kristen BPK Penabur ⁣DKI Jakarta
3. Gilbert Adriel Tantoso dari SMAS Kristen Petra 2 Jawa Timur
4. Dzaky Rafiansyah dari SMA Semesta Jawa Tengah
5. Anthony Camilo Lim dari SMAS Xaverius 1 ⁣Jambi

Sebelum mewakili Indonesia di ajang Internasional ini, lima siswa telah melewati serangkaian seleksi yang ketat. Dimulai dari ajang KSN di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) pertama hingga ketiga.

Selama sembilan hari pelaksanaan kompetisi, peserta akan melalui 5 ronde yaitu ronde analisa data, ronde observasi matahari, ronde teori, kompetisi tim, dan yang terakhir adalah ronde observasi Planetarium.

Dukungan dari Kepala Puspresnas

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) turut memberikan semangat dan motivasi kepada tim Indonesia yang akan berkompetisi.

"Selamat kepada tim IOAA Indonesia yang sudah sampai di titik ini. Jaga api semangat selalu adik-adik, tetap fokus dan lakukan yang terbaik. Terus belajar dan mengambil ilmu, serta seluruh hal baik yang diperoleh dari ajang ini. Ingat selalu pesan yang diberikan oleh para pembimbing dan panitia," ujar Asep Sukmayadi.

Tentang IOAA

IOAA merupakan acara tahunan yang digelar untuk siswa sekolah menengah atas dari seluruh dunia di bidang Astronomi. Salah satu tujuannya adalah untuk membudayakan Astronomi dan membina persahabatan antar astronom muda di tingkat internasional.

Tujuan utama IOAA adalah untuk mempromosikan minat yang tumbuh dalam bidang Astronomi dan mata pelajaran STEM (Science, Technology, Engineering dan Math) terkait dan meningkatkan pengembangan kontak internasional di antara berbagai negara dalam mempromosikan Astronomi dan Astrofisika di sekolah.

Untuk bisa mewakili Indonesia dalam ajang internasional ini tentu tidaklah mudah. Banyak rintangan yang harus dilalui agar bisa tampil maksimal di kancah internasional demi mengharumkan nama Indonesia.

Salah satu peserta, Donni Putera Sow menyampaikan banyak hal positif yang dirasakan sejak Pelatnas. Ia memperoleh banyak pengalaman, termasuk pelatihan kemampuan problem solving, melatih kemandirian, mendapatkan banyak teman dari seluruh Indonesia dan Internasional, hingga dapat mengenal budaya lain dari teman-temannya.

Meskipun sempat mengalami kendala karena sulitnya akses sinyal di rumah dan sekolahnya, namun Donny tak patah semangat. Untuk dapat mengikuti ajang talenta ini, ia harus menuju kota terdekat yang cukup jauh dari sekolahnya demi mendapatkan sinyal yang memadai.

Dapat mewakili Indonesia dalam ajang ini, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Donny. Ia memberikan tiga pesan kepada para siswa lainnya untuk tetap bisa semangat ketika hendak mengikuti ajang olimpiade.

"Teman-teman yang lain yang mau ikut olimpiade apapun, hal yang harus diingat yaitu satu harus niat. Kedua, harus konsisten. Ketiga, waktu tidur tidak boleh berubah-ubah, karena bisa menyebabkan ketidakfokusan," tambah Donni.



Simak Video "Siswa di Toraja 'Menantang Maut', Lewat Jembatan Reyot Demi ke Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia