Terima Laporan Puas, Mendikbudristek Terus Dukung Inovasi Pendidikan

Atta Kharisma - detikEdu
Jumat, 12 Agu 2022 10:56 WIB
Kemendikbudristek
Foto: Kemendikbudristek
Jakarta -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyatakan pihaknya akan terus memastikan Ekosistem Teknologi Pendidikan yang diluncurkan dan digunakan dapat mendorong lahirnya inovasi baik dalam pembelajaran maupun administrasi pendidikan. Hal ini ia ungkapkan usai menerima laporan puas dari guru, kepala sekolah, dosen dan siswa yang telah menggunakan platform teknologi dari Kemendikbudristek.

"Saya berharap platform-platform yang telah dibuat dapat menghasilkan begitu banyak karya, inovasi dan kepercayaan diri pada dosen, guru, murid, dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk berani tampil, berani mencoba hal baru, berani gagal. Hanya dengan cara itu kita bisa berani sukses," ujar Nadiem dalam keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).

Peryataan itu ia sampaikan dalam dialog bertajuk 'Transformasi dan Inovasi di Sektor Pendidikan Melalui Teknologi' pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Tahun 2022, di Jakarta, Rabu (10/8).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Gabungan Kota Jayapura Sandra Grace Titihalawa, Guru Penggerak angkatan 2 di SMPN 7 Makassar Nasmur Muhammad Tahir Kohar, Dosen Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Muhammad Nur Yuniarto dan siswi SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus Kailila Talita.

Kepada Nadiem, Sandra mengungkapkan sekolahnya merasakan manfaat dari ekosistem teknologi pendidikan. Platform Merdeka Mengajar misalnya, yang membantu guru untuk dapat mengikuti pelatihan tanpa harus meliburkan murid-muridnya.

"Dengan adanya fitur belajar mandiri dalam platform Merdeka Mengajar, guru tidak lagi meninggalkan kelas, tetapi dengan mencari waktu kosong dapat bisa meningkatkan pemahaman mereka terkait dengan apa itu Kurikulum Merdeka," ucapnya.

Selain Merdeka Mengajar, sekolahnya merasakan manfaat yang signifikan dari platform Rapor Pendidikan.

"Kita bisa melihat level kita, ada di mana anak-anak kita, sehingga dari Rapor Pendidikan ini kita coba membedah kemudian kita menyusun program supaya anak-anak dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dan kemudian juga meningkatkan karakter," tuturnya.

Di sisi administrasi, Sandra menyebut Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) memudahkan proses pembuatan laporan yang tidak lagi perlu menggunakan kertas.

"Melalui ARKAS, kami sangat terbantu karena kita hanya menginput di ARKAS kemudian pelaporannya dan bukti fisiknya disimpan di sekolah. Itu yang sangat membantu pekerjaan kami secara efektif tidak membutuhkan banyak waktu dalam proses manajemen sekolah," terangnya.

Senada dengan Sandra , Nasmur mengaku memperoleh manfaat dari Platform Merdeka Mengajar. Melalui platform tersebut, ia dan guru lainnya bisa belajar secslara mandiri cara mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah masing-masing.

"Di situlah kami belajar bagaimana menarik tujuan dari capaian pembelajaran sampai bagaimana membuat modul dan merevisi sebuah modul," ungkapnya.

"Kalau saya berbicara tentang Platform Merdeka Mengajar cuma dua kata yang bisa saya sebutkan yaitu belajar dan berbagi. Itu dua kata yang paling sangat bermakna bagi kami," lanjut Nasmur.

Sementara itu, Nur Yuniarto bercerita tentang inovasi yang Motor Listrik Gesit yang dilakukannya. Ia mengatakan melalui platform Kedaireka, dirinya dan rekan-rekan tidaklagi kesulitan mencari pendanaan hingga melakukan promosi hasil karya inovasinya.

"Untuk mendapatkan partner itu sulitnya setengah mati, sehingga kita harus jualan nih door to door, sampai tidak ada yang mau melirik. Sehingga dengan adanya Kedaireka kami mencoba menyambutnya," jelasnya.

Di sisi lain, Kailila mengatakan platform kolaborasi yang dikembangkan Kemendikbudristek memberikan ruang bagi siswa untuk berinovasi dan berkreasi. Salah satunya lewat project kolaborasi Vokasiland, di mana ia dan rekan-rekannya di sekolah dapat mempelajari hal-hal baru, termasuk soft skill dalam berkomunikasi karena harus berkolaborasi di tengah pandemi dengan mahasiswa Politeknik Negeri Batam dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

"Jadi, di sekolah saya itu ada berbagai macam karya seperti film, animasi, dan games. Salah satu contoh dari games itu project Mahakarya Vokasi kami yang merupakan kolaborasi dari kampus vokasi yang lain," tandasnya.



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia