Lima Mahasiswa Brawijaya di Balik Ide Smart-Agrodome Ibu Kota Negara

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 09 Agu 2022 08:30 WIB
Smart-Agrodome gagasan mahasiswa UB
Smart-Agrodome gagasan mahasiswa UB. Foto: Dok. Universitas Brawijaya
Jakarta -

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) merancang konsep gagasan futuristik pembangunan dome pertanian di Ibu Kota Nusantara (IKN). Gagasan bernama Smart-Agrodome ini sedianya akan menjadi bagian pengembangan sektor agrokompleks di IKN.

Kelima mahasiswa UB pengagas Smart-Agrodome IKN ini terdiri dari Christoforus Kalo Bello Puyanggana (2019), Edwin Setiawan (2019), Qonita (2020), dan Farel Jonas Soplanit (2020) dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, serta Adrian Adam Indrabayu (2019) dari Fakultas Teknik UB.

Dikutip dari laman UB, gagasan Smart-Agrodome berangkat dari sulitnya beberapa jenis tanaman tumbuh di IKN. Sebab, IKN yang terletak di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merupakan daerah yang mayoritas terdiri dari lahan gambut. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat Kaltim masih harus mendapatkan dan mengimpor sayur dari daerah lain.

Pengembangan daerah IKN diketahui terarah pada konsep smart city berkelanjutan. Caranya memajukan ibu kota negara baru tersebut yaitu lewat program-program pembangunan bertahap dan pengembangan sektor pertanian, didukung inovasi pihak swasta hingga mahasiswa.

Merespons masalah pertanian dan pangan di IKN ini, para mahasiswa pertanian dan mahasiswa teknik Universitas Brawijaya tersebut merancang detail konsep Smart-Agrodome. Seperti apa gagasannya?

Smart-Agrodome Mahasiswa UB untuk Pertanian di IKN

Manipulasi Kondisi Lingkungan dan Iklim Mikro

Smart-Agrodome menawarkan solusi berkelanjutan berupa dome futuristik. Salah satu fiturnya yaitu mampu memanipulasi kondisi lingkungan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman olerikultura, yaitu jenis tanaman hortikultura berupa sayuran yang mudah ditemukan di dekat rumah.

Gagasan yang masuk Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif Kemendikbudristek ini juga punya sistem pengendalian iklim mikro. Sistem ini diatur untuk melibatkan peran manusia sesuai dengan konsep Society 5.0.

Konsep Society 5.0 adalah konsep yang mendefinisikan bahwa teknologi dan manusia akan hidup berdampingan dalam rangka meningkatkan kualitas taraf hidup manusia secara berkelanjutan. Konsep ini selaras dengan berkembangnya information and communications technology (ICT).

Ada Aeroponik sampai Kandang Sapi

Ada lima lantai di Smart-Agrodome IKN rancangan mahasiswa UB. Lantai 1 merupakan ruang resepsionis, lantai 2 merupakan ruang Akuaponik, lantai 3 merupakan ruang Aeroponik, lantai 1 ruang bawah tanah 1 yang diisi oleh kandang sapi, serta lantai 2 ruang bawah tanah digunakan sebagai micro controller dan gudang.

Sementara itu, konsep green energy harvesting sedianya akan diterapkan dengan memanfaatkan energi terbarukan. Green energi yang digunakan rencananya mula dari tenaga surya, angin, biogas, air hujan, hingga tekanan pejalan kaki.

Policy Brief untuk Adopsi Gagasan Smart-Agrodome

Christoforus Kalo Bello Puyanggana, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang menjadi ketua tim proyek gagasan Smart Agrodome, menuturkan bahwa rancangan inovasi ini salah satunya juga akan dibuat dalam bentuk policy brief. Luaran (output) ini, sambungnya, akan mengusung informasi terkait kebijakan hukum atas ketahanan pangan daerah Kalimantan Timur.

"Rancangan inovasi ini nantinya akan dibuat dalam bentuk output berupa video gagasan, poster, dan policy brief yang berfungsi untuk meyakinkan policy maker agar mengadopsi alternatif usulan Smart-Agrodome ini," kata Christoforus.

Bagaimana detikers, apa gagasan kamu untuk IKN ke depan?



Simak Video "Demo Sempat Ricuh, Mahasiswa: Kami Dipukul dan Diancam"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia