Mengenal Wisudawan Termuda ITB, Usianya 20 Tahun!

Fahri Zulfikar - detikEdu
Sabtu, 30 Jul 2022 20:00 WIB
Wisudawan termuda ITB dengan usia 20 tahun.
Foto: Doc. ITB/Mengenal Wisudawan Termuda ITB, Usianya 20 Tahun!
Jakarta -

Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh perempuan asal Papua bernama Jeane Irene Beatrice Gloriana Zebua Wanggai. Pasalnya ia tercatat sebagai lulusan termuda pada wisuda ketiga Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun akademik 2021/2022 di usia yang baru 20 tahun.

Perempuan yang akrab disapa Jeane itu adalah mahasiswi angkatan 2018 yang menamatkan kuliah sarjananya di program studi Teknik Lingkungan.

Jeane mengaku tidak menyangka ketika berhasil menyelesaikan sarjana di ITB dengan status usia termuda.

"Tidak menyangka karena aku pikir masih ada yang lebih muda," ucapnya dikutip dari laman ITB.


Masuk SD Usia 5 Tahun

Perjalanan studi Jeane di usia muda ternyata dimulai dari dirinya yang sudah masuk ke jenjang sekolah dasar pada usia yang belia yakni 5 tahun.

Meski di usia belia, namun saat itu Jeane sudah fasih membaca dan menulis sehingga telah dianggap pantas untuk mengenyam pendidikan formal.

"Aku belajar (membaca dan menulis) secara mandiri, lewat poster-poster yang dibeli Ibu di toko," jelasnya.

"Syarat masuk SD juga belum ketat seperti sekarang jadi aku bisa diterima meskipun masih terbilang muda," imbuhnya menjelaskan.

Ikut Akselerasi SMA-Lolos SNMPTN

Selepas menamatkan sekolah dasar dan menengah Jeane kemudian melanjutkan sekolah di SMAN 3 Jayapura. Pada jenjang ini, Jeane memilih untuk mengikuti program akselerasi dan membuatnya lulus hanya dalam dua tahun.

Selalu menjadi yang muda di jenjang pendidikan tidak membuat Jeane kesulitan dalam bidang akademik.

Menurut Jeane, justru usia muda menjadi tantangan tersendiri terutama saat harus mengimbangi cara berpikir teman-temannya yang lebih matang.

Dengan bekal ketertarikannya di bidang teknik, Jeane lalu memutuskan untuk memilih ITB sebagai kampus impiannya melalui jalur SNMPTN.

Ia berhasil untuk diterima di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), dan kemudian memilih Teknik Lingkungan.

"Menurutku, hal yang paling menyenangkan (di Teknik Lingkungan) adalah bisa bekerja di laboratorium. Saat SMA kan hanya kenal yang sederhana-sederhana, seperti Lab Kimia, tetapi di sini keren-keren. Contohnya di mata kuliah Mikrobiologi Lingkungan, aku dapat kesempatan untuk melihat bakteri-bakteri dan belajar suhu yang paling optimal agar tetap hidup," terangnya.

Aktif dalam Kegiatan Kampus

Selama kuliah, Jeane ternyata tidak hanya fokus dalam studi saja melainkan aktif berpartisipasi dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB (HMTL ITB) dan Unit Kebudayaan Irian ITB (UKIR ITB).

Melalui dua wadah tersebut, ia dapat bertemu dengan berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Bahkan ia berkesempatan untuk menjadi ketua wisuda Juli HMTL ITB 2020.

"Pengalaman itu sangat membentuk aku menjadi pribadi yang lebih dewasa. Teman-teman yang membantu aku juga sangat suportif dan bisa membuka pikiranku akan banyak hal," ungkapnya.

Ikut Program Fast Track ITB

Meski sudah menyandang gelar sarjana, Jeane belum puas untuk belajar lebih dalam lagi terhadap hal yang ingin ditekuni.

Kini, Jeane tengah mengambil program fast track ITB di program studi yang sama dan berharap dapat lulus dengan gelar magister di tahun depan.

Ke depannya, ia berharap dapat mewujudkan cita-citanya untuk kembali ke tanah Papua dan mengabdi di sana. Jeane juga berpesan bagi seluruh mahasiswa ITB yang masih berjuang untuk menyelesaikan studinya.

"Tetap memperluas relasi dan jangan stress, small progress is still progress!" tutur sarjana Teknik Lingkungan ITB tersebut.



Simak Video "Kisah Para Petani China Lulusan Perguruan Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia