Berita merupakan sarana untuk menyampaikan informasi tentang sesuatu yang tengah terjadi di lingkungan baik di negara maupun dunia yang dapat disiarkan melalui media cetak, radio, televisi hingga internet. Adapun beberapa contoh teks berita yang disiarkan melalui media cetak di antaranya koran dan majalah.
Teks berita pada umumnya ditulis oleh seorang wartawan atau jurnalis yang isinya merupakan fakta langsung dari lapangan atau sumber akurat. Oleh karena itu dapat dipastikan isi berita memang benar dan tidak hoaks.
Pembuatan video juga merupakan salah satu media untuk menyampaikan suatu informasi kepada khalayak. Baik berita dalam bentuk teks maupun video harus berdasarkan fakta dan kejadian yang sesungguhnya sehingga informasi yang disebarkan tidak salah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, menurut data dari Digital News Report 2022 yang dirilis oleh Reuters Institute, kebanyakan masyarakat global senang melihat berita di media massa yang berbentuk teks daripada yang berbentuk video.
Data serupa juga ditemui di Indonesia, survei Reuters menyebutkan 69% responden dari Indonesia lebih gemar mengonsumsi berita dalam bentuk teks. Sementara responden yang senang mengkonsumsi berita dalam bentuk video hanya 12% saja.
Selain itu ada juga responden yang membaca berita teks namun juga menonton berita video, jumlahnya mencapai 16%. Kemudian 4% responden lainnya menjawab bahwa mereka tidak tahu.
Jika dilihat secara global, proporsi responden yang melihat berita dalam bentuk teks seringkali menurun seiring dengan semakin mudanya usia responden. Pada kelompok responden yang berusia melebihi 55 tahun, terdapat 67% yang melihat berita dalam bentuk teks.
Lalu pada kelompok usia lebih dari 35 tahun persentasenya turun menjadi 65%, di kelompok usia 25-34 tahun semakin turun menjadi 60%, dan di kelompok usia 18-24 tahun hanya tersisa 55% yang lebih cenderung mengkonsumsi berita teks.
Perilaku bermedia masyarakat ini tergantung juga dengan perkembangan digital yaitu di bidang informasi dan komunikasi yang terus berkembang dan semakin canggih. Salah satu pendorong perubahan aktivitas ini juga berasal dari transformasi media sosial yang semakin memenuhi kebutuhan komunikasi, informasi, bahkan hingga hiburan.
Bila melihat dari kebiasaan tersebut, tentu perlu diperhatikan cara tepat untuk membuat berita dalam bentuk teks. Terdapat unsur-unsur teks berita yang harus diperhatikan di dalam membuat teks berita, di antaranya adalah aktual, faktual, unsur penting, dan juga unsur menarik.
Dalam penulisan setiap teks berita, harus terdapat unsur 5W+1H yang harus ada di struktur teks berita. 5W+1H tersebut adalah What, Who, When, Where, Why, dan How. Jika struktur berita sudah mengandung 5W+1H, maka struktur berita sudah dapat dikatakan benar dan jelas.
Selain isi berita, judul berita juga perlu untuk diperhatikan karena dapat mempengaruhi pembaca. Judul berita dapat dibuat dengan singkat, padat, dan jelas juga dengan pemilihan kata yang menarik sehingga dapat menarik pembaca untuk membaca teks berita yang disajikan.
Di dalam berita, judul berita berisikan kata kunci yang menggambarkan seluruh isi berita dan mengandung beberapa unsur dari teks isi berita. Setelah judul, di bawahnya terdapat teras berita yang berisikan paragraf pertama yang juga berisi pokok atau inti dari berita.
Teras berita ini juga menentukan bagaimana teks berita akan dipahami seluruh isinya dan mempengaruhi pembaca untuk membaca berita sampai akhir atau tidak. Keserasian seluruh struktur berita ini nantinya akan mempengaruhi jumlah pembaca teks berita.
Sama halnya dengan Ilmu komunikasi dan informasi yang diajarkan di lingkungan kampus seperti di kampus Sampoerna University juga menjadi pengaruh pembaca berita pada usia tertentu.
(Content Promotion/Sampoerna University)










































