ADVERTISEMENT

Kenalan dengan Mas Yitno, Tukang Fotokopi yang Jago Revisi Skripsi

Nikita Rosa Damayanti Waluyo - detikEdu
Senin, 04 Jul 2022 12:00 WIB
Yitno, tukang photocopy jago revisi skripsi.
Sosok Yitno, tukang photocopy yang jago revisi skripsi. Foto: Facebook Yitno Disini
Jakarta -

Baru-baru ini, seorang tukang fotokopi viral di Tiktok karena bisa merevisi skripsi mahasiswa. Tidak tanggung-tanggung, ia bisa menunjukkan tata letak yang benar hingga kesalahan materi. Kok bisa?

Yitno atau Prayitno adalah seorang pegawai kedai fotokopi di depan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ia mengaku sudah 10 tahun bekerja di tempat tersebut.

"Belajar dari pengalaman [10 tahun bekerja] itu, Mba. Pengalaman orang yang udah selesai skripsi. Tak pelajari tata letak seperti itu, penulisannya kayak gitu," jawab Yitno saat ditanya sumber belajar materi skripsi kepada detikEdu, Sabtu (2/7/2022).

Yitno, Tukang Fotokopi yang Jago Revisi Skripsi

Senang belajar, Yitno bercerita, ia juga senang membaca materi kuliah dari internet. Selain itu, jika ada materi yang kurang dipahami saat merevisi, ia akan bertanya pada mahasiswa yang topiknya bersangkutan.

"Kata yang kurang paham tak tanyain, logikanya apa," ujarnya.


Sudah biasa diminta merevisi, pelanggannya datang dari mana saja. Biasanya pelanggan setianya datang dari tiga universitas di Yogya, yaitu Universitas Alma Ata Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) di Yogyakarta.

"Kalau dari 3 universitas itu lho, dari Alma Ata, UMY, sama Stikes," jelasnya.

Saat menerima pekerjaan untuk mencetak skripsi, Yitno akan menawari mahasiswa untuk dicek terlebih dahulu atau langsung dicetak.

"Tak lihat dulu di komputer. Tak cek dulu, tergantung mahasiswanya langsung di-print atau minta dicek dulu," tutur Yitno.

"Kalau kata mahasiswanya 'gas aja mas di-print, ntar koreksi kalau udah di-print,' oh monggo siap. Tapi kalau dicek dulu juga siap," lanjutnya.

Biasanya, Yitno hanya akan menunjukkan bagian mana yang perlu direvisi, kemudian akan diperbaiki oleh mahasiswa sendiri. Tapi, tidak jarang juga ada mahasiswa yang minta diperbaiki sekaligus.

"Kemarin aja ada 3 mahasiswa dateng, cuma minta beres aja. Padahal ya apa ya, skripsinya itu acakadul lah. Suruh benerin semua ya tak jawab santai 'nah, yang kuliah siapa, tho? Masa skripsinya saya [benerin] sendiri, terus yang dapet nilai siapa?'," cerita Yitno.

Tidak Pasang Tarif

Meski mahasiswa tersebut rela membayar berapa pun, Yitno tetap berpegang teguh pada prinsipnya. Akibat keteguhan hatinya membantu mahasiswa, tidak jarang Yitno mendapat bayaran tambahan dari mahasiswa.

"Kadang-kadang kita katakanlah habis Rp 50 ribu [cetak] skripsi, tapi kasih uang Rp 100 ribu. Tak kembaliin uangnya, dibilang 'itu buat makan Mas aja, besok besok dibantu lagi ya Mas'," ujar Yitno.

Yitno sendiri tidak memasang tarif. Ia paham mahasiswa tidak semuanya memiliki kemampuan ekonomi yang sama. Pemuda asli Yogyakarta itu menuturkan, ia ikhlas membantu.

"Kalau masalah biaya sepersen pun saya enggak akan menarik biaya dari mahasiswa. Saya juga introspeksi diri, lah. Dia kuliah, belum kerja, uang dari orang tua. Kan enggak etis juga tho saya pasang tarif sekian. Dari sekian banyak mahasiswa, enggak semua mahasiswa mampu," jelas Yitno.

"Tergantung mahasiswanya. Kalau ngasih ya monggo, kalau enggak ya enggak papa, yang penting mau diajak selesai [revisi skripsi]," lanjutnya.

Skill Desain

Bisa apa saja, semasa sekolah Yitno dikenal sebagai siswa cerdas. Meski hanya lulusan SMP, ia paham dan tertarik dengan bidang elektro maupun komputer. Yitno juga bisa mengerjakan desain logo. Desain yang biasa ia kerjakan antara lain desain logo tugas maupun logo acara seperti akikah atau kenduri.

"Saya desain juga. Itu memang pasang tarif. Tarif edit Rp 10.000. [belajar] Otodidak. Ya dari YouTube bisa, terus ya dari kita sekiranya gatau, ya tanya [teman]," jelasnya.

Yitno berpesan pada mahasiswa untuk tetap semangat mengerjakan skripsi. Meski sulit, ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak menyerah.

"Semangat aja, jangan pantang menyerah. Revisi enggak papa. Yang penting maju terus aja. Oh bukan ngejar lulusnya, kejarlah nilainya," canda Yitno.



Simak Video "Unjuk Rasa Puluhan Mahasiswa di Mamasa Berakhir Ricuh"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia