ADVERTISEMENT

Program Revitalisasi Bahasa Daerah Butuh Dukungan Pemda

Nada Zeitalini Arani - detikEdu
Selasa, 28 Jun 2022 14:45 WIB
Peserta menuliskan aksara Bali di atas daun lontar dalam festival
Peserta menuliskan aksara Bali di atas daun lontar dalam festival
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam program Merdeka Belajar ke-17 menggaungkan revitalisasi bahasa daerah. Program ini membutuhkan dukungan dari pemerintah-pemerintah daerah. Salah satu pemda yang aktif menyokong yakni Pemerintah Provinsi Bali.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah, Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, mengatakan bahasa daerah penting untuk dilestarikan, mengingat keberadaannya yang sangat sentral serta sebagai sumber pelaksanaan adat dan budaya.

"Pelatihan, pembinaan, lokakarya tentang Bahasa dan Sastra daerah patut kita apresiasi, sebagai wujud kepedulian kita bersama dalam memahami betapa pentingnya keberadaan bahasa, aksara dan sastra Bali," ujar Indra Dewa Putra pada acara pembukaan Pelatihan Revitalisasi Bahasa Daerah Bagi Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk Tunas Bahasa Ibu, di Sanur, Bali, Minggu, 26 Juni 2022.

Upaya pemerintah Bali mendukung inisiasi ini adalah dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Upaya lainnya juga dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti lomba Utsawa Dharma Gita dan lomba nyastra setiap pelaksanaan pesta kesenian Bali.

"Keseriusan kita dalam menjaga dan melestarikan keberadaan bahasa Bali harus dilakukan secara bersama-sama oleh segenap komponen masyarakat. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek ini merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi dan mendapat dukungan kita semua, terlebih lagi manfaat dari kegiatan ini akan diteruskan kepada para generasi muda kita yang akan menjadi calon pemimpin Bali di masa depan," ucapnya.

Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Hafidz Muksin menyampaikan apresiasinya kepada perhatian dan dukungan pemerintah Bali.

"Dukungan dari Pemda Bali ini perlu diikuti oleh pemerintah daerah lainnya, agar para penutur muda dapat menjadi penutur aktif berbahasa daerah, dan pada gilirannya mereka memiliki kemauan dan semangat dalam mempelajari bahasa daerah melalui media yang mereka sukai," ujar Hafidz.

Ia mengatakan pemerintah daerah wajib mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra agar tetap memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan perkembangan zaman dan agar tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali Herawati mengemukakan program revitalisasi bahasa daerah merupakan salah satu program perlindungan dan pelestarian budaya kepada generasi milenial.

Terdapat 14 rekomendasi hasil rapat koordinasi antarinstansi dalam implementasi model pelindungan bahasa dan sastra daerah di Provinsi Bali yang dikeluarkan pada tanggal 15 April 2022 di antaranya disebutkan pembelajaran bahasa, aksara, dan sastra Bali belum sistematis.

Karena itu, Kurikulum Bahasa Bali wajib ditinjau dan disempurnakan dengan mengadopsi semangat Merdeka Belajar. Selain itu, guru pengajar bahasa Bali di SD, SMP, SMA/SMK wajib berlatar belakang pendidikan bahasa Bali.

"Rekrutmen Guru Bahasa Bali wajib diupayakan secara berkala oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota sesuai kewenangan masing-masing," ujar Herawati.

Direkomendasikan pula, bahasa Bali wajib dijadikan prasyarat kompetensi dalam seleksi calon pejabat, baik di lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan, maupun lembaga tradisional.



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia