ADVERTISEMENT

Bamsoet Diminta Jadi Dosen, Genjot Minat Kewirausahaan Mahasiswa

Dea Duta Aulia - detikEdu
Rabu, 22 Jun 2022 15:47 WIB
Bamsoet Diminta Jadi Dosen, Genjot Minat Kewirausahaan Mahasiswa
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo diminta untuk menjadi dosen di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Nantinya, Bamsoet akan mengajar mata kuliah seputar ekonomi dan kewirausahaan untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Hal tersebut diungkapkannya setelah bertemu dengan jajaran rektorat UPN Veteran Jawa Timur, di Jakarta, Rabu (22/6). Dalam pertemuan tersebut turut hadir Rektor UPN Veteran Jawa Timur Akhmad Fauzi dan Wakil Rektor I UPN Veteran Jawa Timur Sukenda. Hadir pula Kepala Pelatihan DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Mayjen TNI (purn) Nono Sukarno.

"Sebuah kehormatan bisa bergabung dalam keluarga besar UPN Veteran Jawa Timur. Mempersiapkan lahirnya para wirausaha yang tidak hanya cerdas secara keilmuan dan praktik ekonomi, melainkan juga memiliki semangat nasionalisme bela negara yang tinggi," kata Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (22/6/2022).

"Mengingat saat ini dunia semakin terbuka, transparan, dan menjadi satu, the borderless world. Untuk menguatkan kedaulatan bangsa agar tetap berdiri tegak, harus didukung entrepreneurs yang tangguh, yang mendahulukan kepentingan bangsanya diatas kepentingan apapun," imbuhnya.

Pria yang memiliki latar belakang pengusaha ini menjelaskan dunia kewirausahaan menawarkan potensi untuk meningkatkan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan melalui terciptanya banyak lapangan pekerjaan.

Sayangnya, saat ini, minat masyarakat untuk terjun dalam dunia usaha masih tergolong belum maksimal. Data Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2020 menyebutkan rasio tingkat kewirausahaan (UMKM) terhadap jumlah penduduk di Indonesia saat ini masih belum optimal, baru mencapai 3,5 persen. Masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura 8,7 persen dan Malaysia 5 persen.

"Tingkat kewirausahaan yang rendah di suatu negara berkontribusi pada kurangnya lapangan pekerjaan dan peningkatan jumlah pengangguran. Mayoritas pengangguran di Indonesia terjadi dikalangan lulusan SMA/SMK dan sarjana. Data Badan Pusat Statistik pada tahun 2019 menunjukkan pengangguran dari lulusan perguruan tinggi mencapai 5,8 persen. Bahkan pengangguran terdidik dari tahun ke tahun semakin meningkat dan mendominasi, hal tersebut perlu segera dicarikan solusi," kata Bamsoet.

Bamsoet mengatakan saat ini, fenomena mahasiswa yang baru lulus kuliah adalah fokus mencari pekerjaan bukan bagaimana mana caranya menciptakan. Menurutnya, fenomena tersebut hadir karena masih banyak universitas yang menyiapkan mahasiswanya untuk cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukan menciptakan lapangan kerja.

"Pola pikir mahasiswa yang beranggapan bahwa sebagai lulusan perguruan tinggi harus mendapat pekerjaan dengan gaji yang tinggi harus diubah. Begitu juga dengan para orang tua yang menginginkan anaknya menjadi pekerja di perusahaan ternama atau sebagai pegawai negeri sipil masih cukup mendominasi. Sebagai lulusan perguruan tinggi harusnya dapat menciptakan lapangan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang didapatkan," tutupnya.

(akd/ega)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia