Keren! Guru SMK di Karawang Ciptakan Penghemat BBM untuk Sepeda Motor

Devi Setya - detikEdu
Minggu, 12 Jun 2022 21:00 WIB
Guru SMK di Karawang Ciptakan Penghemat BBM
Guru SMKN 1 Karawang berpose dengan sepeda motor yang dipasang penghemat BBM Foto: Humas Unpas
Jakarta -

Sebuah inovasi baru saja diciptakan oleh guru SMK di Karawang. Ia berhasil membuat penemuan yang diklaim bisa menghemat BBM.

Siapapun yang memiliki kendaraan bermotor pasti ingin punya alat penghemat BBM. Hal ini juga yang diharapkan oleh Sigit Nur Atmadi. Oleh karenanya ia membuat terobosan baru berupa alat untuk menghemat BBM pada sepeda motor.

Dilansir dari situs resmi Universitas Pasundan (Unpas) Sigit Nur Atmadi, yang merupakan Alumni Magister Teknik Mesin Universitas Pasundan angkatan 2018 berhasil menciptakan Water Injection System. Sigit yang kini berprofesi sebagai guru di SMK 1 Karawang ini menemukan teknologi untuk menghemat BBM.

Water Injection System diklaim bisa menghemat bahan bakar sepeda motor hingga dua kali lipat dari penggunaan standar. Inovasi ini ditemukan saat dirinya mengerjakan tesis untuk mendapatkan gelar Magister di Unpas.

Sigit membuat tesis yang berjudul "Rancang Bangun Water Injection System untuk Engine Sepeda Motor". Hasil penelitiannya ini kemudian dikembangkan dan diimplementasikan pada sepeda motor berjenis Honda CB 100.

"Saya mengerjakan proyek ini bersama dua dosen pembimbing dan sesama rekan guru. Pengerjaannya memakan waktu kurang lebih 6 bulan," ujarnya.

Sigit sempat beberapa kali gagal sebelum akhirnya menemukan rancangan yang tepat. Setidaknya ia telah melakukan percobaan hingga 10 kali untuk mesin penghemat BBM ini.

Sigit mengatkan, Water Injection System rancangannya bekerja dengan cara meningkatkan daya dan torsi sepeda motor. Water Injection System bekerja dengan cara menyemprotkan air ke dalam ruang bakar, sehingga dapat menurunkan temperatur mesin dan mengoptimalkan kinerja sepeda motor dalam proses pembakaran.

Water Injection System tidak berbeda jauh fungsinya dengan intercooler pada mesin turbo yang umum digunakan saat ini. Bedanya, intercooler hanya mendinginkan udara yang masuk ke ruang bakar.

"Satu liter BBM jenis pertamax normalnya hanya bisa menempuh 14-15 kilometer per jam, tapi dengan bantuan Water Injection System, bisa menempuh 25-27 kilometer per jam," bebernya.

Dengan demikian pemilik kendaraan bermotor bisa jauh lebih berhemat. Inovasi penghemat BBM ini pun langsung didaftarkan secara resmi HAKI di Kemenkumham.

Sigit menyebut, Water Injection System buatannya hampir sama dengan teknologi ECO Honda dan Blue Cord Yamaha.

Selama proses penelitian, Sigit didukung penuh oleh pihak sekolah tempatnya mengajar, khususnya penggunaan fasilitas sepeda motor.

Meskipun sudah berhasil, tapi Sigit belum berencana untuk membuat mesin penghemat BBM ini secara komersil. Sigit mengaku belum memikirkan ke arah sana. Sebab, ia masih ingin menyempurnakan teknologi yang dibuatnya.

"Ke depan mungkin akan diusulkan ke pabrikan sepeda motor, tapi sekarang baru digunakan untuk pribadi saja," tandasnya.



Simak Video "Stafsus Erick Singgung Pola Pikir Rakyat soal Hak Menerima BBM Subsidi"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia