Lolos LPDP di Percobaan Pertama, Ini Cerita Caca Kuliah di Inggris

Nikita Rosa Damayati Waluyo - detikEdu
Minggu, 12 Jun 2022 13:00 WIB
Rasanya Kuliah di London, Inggris.
Caca lolos LPDP dan kuliah di Inggris. Foto: Dok Mirza Annisa/Caca.
Jakarta -

Jadi awardee beasiswa, apalagi LPDP, mungkin jadi impian banyak orang. Apalagi bagi yang ingin kuliah di luar negeri dan membutuhkan biaya tidak sedikit. Mirza Annisa menjadi salah satu yang berhasil memperoleh beasiswa LPDP.

Anugrah awardee LPDP makin komplit karena dia berhasil lolos seleksi beasiswa di kesempatan pertama. Menurut mahasiswa Health, Wellbeing, and Sustainable Building ini, dia banyak belajar dari pengalaman sebelumnya saat mengejar beasiswa.

""Ini (lolos LPDP) gara-gara pengalaman gagal di tiga kalinya itu, deh. Jadi lebih paham bikin esai gimana, wawancara yang disiapin apa," kata Caca yang kini kuliah di University College London (UCL), Inggris untuk jenjang S2.

Sebelumnya Caca sempat melamar Beasiswa Chevening, Australia Award Scholarship (AAS), dan beasiswa ke Swedia mulai 2017. Namun semuanya tak membuahkan hasil, hingga dia melirik LPDP. Caca agak keberatan dengan LDPP karena syarat dan sumber dana yang digunakan.

"Aku nggak mau cobain LPDP karena agak ngeri sih, uang negara Indonesia ya," kata Caca sambil bercanda.

Caca resmi menjadi awardee beasiswa LPDP pada 2019. Namun akibat pandemi COVID-19, Caca baru berangkat kuliah dan jadi mahasiswa UCL pada 2021. Keberangkatan Caca mundur dari jadwal sepenuhnya pada 2020. Kini Caca tengah mengerjakan tesis untuk mendapat gelar S2.

Selain menjelaskan pengalamannya memperoleh beasiswa LPDP, Caca juga menceritakan kuliahnya selama di Inggris. Berikut penjelasannya

A. Bagaimana rasanya kuliah di UCL, Inggris?

Kuliah di UCL yang merupakan universitas top dunia ternyata memberi kesan berbeda buat Caca. Menurutnya, para dosen selalu memberikan umpan balik bahkan setelah tugas diberi nilai.

"Kita dikasih feedback dari dua orang penilai. Contoh essainya bagus, bagusnya di sebelah misal critical thinking atau metodenya bagus dan lain-lain. Jadi kita tau strength and weaknesses kita," jelas Caca yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat, ini.

Sistem tersebut berbeda dengan perkuliahan di Indonesia yang sempat dijalani Caca. Menurutnya, feedback di perkuliahan Indonesia diberikan di sel-sela tugas. Setelah tugas studio desain interior akhir selesai dan diterima dosen, mahasiswa hanya dapat nilai.

Mahasiswa tidak tahu kekuatan dan kelemahan tugasnya hingga dia memperoleh nilai tersebut. Sebagai informasi, Caca menempuh pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) program studi (prodi) desain interior tahun angkatan 2013.

Selain itu, fasilitas yang dimiliki UCL juga sangat mendukung pembelajaran mahasiswa. Tersedia banyak tempat belajar yang dilengkapi teknologi untuk memudahkan mahasiswa belajar setiap saat, dengan desain interior yang tepat dan menyenangkan.

B. Belajar Apa di UCL, Inggris?

Senada dengan kuliah yang diambil selama S1, Caca memilih prodi health, environment, and sustainable building. Prodi ini mempelajari dampak bangunan pada pengguna dengan lebih spesifik.

"Kayak ngobrolin tentang selain desain dan kita tanggung jawab sama lingkungan, kita juga mikirin orang-orang yang tinggal di dalamnya itu. Jadi memang sangat spesifik," tutur Caca.

Dalam prodi ini, Caca juga mempelajari bagaimana penerangan yang baik bagi kesehatan, merancang tempat ibadah untuk berbagai agama, hingga fasilitas penyandang disabilitas.

"Kita menilai bangunan. Kita lihat di ruangannya sudah memenuhi kriteria inklusif atau belum," kata Caca yang memiliki minat pada desain interior untuk anak ini.

Bisa dikatakan, prodi kuliah Caca saat ini fokus pada wellbeing atau kesejahteraan pengguna bangunan . Inggris sendiri dikenal sebagai negara yang memperhatikan kesejahteraan semua warganya. Inggris bahkan memiliki konselor kesejahteraan sendiri untuk bangunan.

Uniknya prodi health, wellbeing, and sustainable building tidak memiliki tugas. Penilaian hanya berasal dari tugas akhir yang berbobot 100 persen. Kehadiran dan unsur lain tidak diperhitungan dalam penilaian kuliah.

Gimana detikers, membaca pengalaman Caca apakah tertarik kuliah di Inggris dan mengambil prodi yang sama dengan beasiswa LPDP?



Simak Video "Amel Carla Merasa Tertekan Lihat Kakaknya Dapat Beasiswa S2 LPDP "
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia