ADVERTISEMENT

Kenalkan Limbah Daur Ulang CRT Fosfor, ITS dan WMCU Berkolaborasi

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Sabtu, 04 Jun 2022 08:00 WIB
Ilustrasi ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Foto: dok. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jakarta -

Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama dengan Universitas Katolik Widya Mandala (WMCU) Surabaya, menggelar webinar terkait pemanfaatan limbah CRT fosfor. Dalam webinar tersebut, mereka juga menggandeng Science and Technology Innovation Center for Circular Economy and Green Innovative Resource (STIC-CEGIR).

Jennie Lie ST. PhD selaku peneliti dari WMCU mengungkapkan, limbah logam banyak ditemukan pada era ini. Sebagian limbah logam tersebut dapat didaur ulang, salah satunya Cathode Ray Tube (CRT) fosfor.

CRT fosfor ini banyak ditemukan pada teknologi televisi serta monitor komputer. Lebih lanjut Jennie memaparkan dalam CRT fosfor banyak terkandung Rare Earth Elements (REE) yang memiliki potensi menghasilkan Yttrium dan Europium.

"Komponen yang dimaksud yaitu LED, filter elektronik, laser, superkonduktor, dan berbagai aplikasi peralatan medis," jelasnya sebagaimana dilansir dari laman ITS.

Ekstraksi REE dari limbah CRT fosfor melalui proses microwave leaching. Panas dari microwave ini menghancurkan dinding dinding pada sel limbah logam.

Kandungan Yttrium dan Europium tersebut nantinya dapat digunakan kembali menjadi komponen elektronik. Jennie juga menuturkan, terdapat dua jenis microwave leaching.

Kedua jenis tersebut yaitu microwave bejana tertutup dan terbuka. Microwave bejana tertutup prosesnya cenderung lebih efektif ketimbang yang terbuka, hal ini sebagaimana dari penelitian dosen jurusan Teknik Kimia tersebut.

Proses melalui bejana tertutup tersebut memiliki potensi yang disebut dengan teknologi hijau dan berakibat kepada pemulihan REE limbah elektronik. Jennie mengatakan, proses microwave leaching ini penerapannya dapat digalakan lebih lanjut.

Besar harapannya untuk teknologi di Indonesia agar terus berkembang pesat dan memudahkan pengolahan limbah elektronik. Ia berharap semoga semua jenis limbah logam dapat didaur ulang dengan teknologi microwave leaching.

Cukup hebat tema webinar yang diselenggarakan oleh ITS dan WMCU, ya detikers. Semoga penggunaan teknologi microwave leaching dapat mengurangi limbah logam di Indonesia.



Simak Video "Keren! Limbah Ini Diubah Jadi Keramik Cantik"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia