Apa Itu Daur Biogeokimia? Berikut Jenis dan Fungsinya

Afifah Rahmah - detikEdu
Kamis, 19 Mei 2022 16:02 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (18/5/2022). Hujan tersebut mengakibatkan jarak pandang pengendara menjadi terbatas.
Hujan merupakan salah satu daur biogeokimia yang terjadi di Bumi (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Daur biogeokimia yang sudah berjalan selama jutaan tahun lamanya berperan penting dalam ekosistem dan kehidupan di Bumi. Daur ini termasuk ke dalam pembahasan ilmu ekologi yang berkaitan dengan korelasi organisme dan lingkungan hidupnya.

Menurut laman Encyclopedia Britannica, biogeokimia berkaitan dengan proses biologi, geologi, dan kimia yang berhubungan menjalankan suatu siklus. Untuk memahami lebih jauh terkait daur biogeokimia, berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Daur Biogeokimia

Istilah biogeokimia berasal dari kata "bio" yang berarti biosfer , "geo" yang berarti komponen geologi dan "kimia" yang berarti unsur-unsur yang bergerak melalui suatu siklus.

Dikutip dari buku Biologi tentang Ekosistem yang disusun oleh Khoirul Huda (2020), daur biogeokimia adalah suatu siklus yang melibatkan perpindahan senyawa kimia melalui organisme sebagai perantara dan senyawa tersebut kembali lagi ke lingkungan fisiknya.

Unsur-unsur dalam siklus biogeokimia mengalir dalam berbagai bentuk dari komponen biosfer yang tidak hidup (abiotik) ke komponen hidup (biotik) dan kembali lagi ke biosfer.

Daur biogeokimia selaras dengan hukum kekekalan massa dimana suatu materi tidak bisa hancur atau dibuat hanya saja berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Unsur-unsur dalam biogeokimia yang terjadi di kehidupan tidak mengalami perubahan dalam segi jumlah melainkan bentuknya saja yang berubah dari waktu ke waktu.

Fungsi Daur Biogeokimia

Dilansir laman UCAR Center for Science Education, atom-atom yang menyusun dan membentuk tubuh makhluk hidup di bumi merupakan bagian dari siklus biogeokimia. Seperti unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), fosfor (P), dan belerang (S).

Unsur-unsur di atas merupakan bagian dari daur biogeokimia yang berfungsi untuk membangun jaringan tubuh hingga membran sel guna mempertahankan fungsi fisiologis makhluk hidup.


Jenis-jenis Daur Biogeokimia

Daur biogeokimia mencakup lima siklus alami di Bumi yaitu daur air, daur karbon, daur nitrogen, daur fosfor, dan daur sulfur. Berikut penjelasannya yang perlu kamu pahami:

  • Daur atau Siklus Air

Air dari area atau wilayah berbeda akan menguap, mendingin, mengembun dan jatuh kembali ke bumi sebagai hujan. Siklus biogeokimia ini bertanggung jawab untuk menjaga kondisi cuaca. Air dalam berbagai bentuknya berinteraksi dengan lingkungan dan mengubah suhu dan tekanan atmosfer.

  • Daur atau Siklus Karbon

Daur karbon adalah salah satu siklus biogeokimia mendaur ulang unsur karbon sebagai penyusun tubuh makhluk hidup. Unsur karbon yang di daur ulang dari makhluk hidup yang mati akan digunakan oleh makhluk hidup yang lain.

Contohnya tumbuhan hijau, ketika mati, terkubur ke dalam tanah yang akan diubah menjadi bahan bakar fosil yang terbuat dari karbon. Bahan bakar fosil ini ketika dibakar, melepaskan karbon dioksida ke atmosfer.

Di sisi lain, hewan yang mengkonsumsi tumbuhan, memperoleh karbon yang tersimpan di dalam tumbuhan. Karbon ini dikembalikan ke atmosfer ketika hewan-hewan ini membusuk setelah kematian. Karbon juga kembali ke lingkungan melalui respirasi seluler oleh hewan.

Kandungan karbon yang sangat besar dalam bentuk karbon dioksida dihasilkan yang disimpan dalam bentuk bahan bakar fosil (batu bara dan minyak) dan dapat diekstraksi untuk berbagai keperluan komersial dan nonkomersial. Ketika pabrik menggunakan bahan bakar ini, karbon dilepaskan kembali ke atmosfer selama pembakaran.

  • Daur atau Siklus Nitrogen

Daur nitrogen adalah tahapan perpindahan nitrogen di alam melalui bagian biotik atau abiotik dalam suatu ekosistem. Siklus ini juga disebut sebagai proses konversi senyawa nitrogen menjadi bentuk kimiawi yang lain.

Nitrogen bergerak perlahan melalui siklus dan disimpan di reservoir seperti atmosfer, organisme hidup, tanah, dan lautan. Sebagian besar nitrogen di Bumi ada di atmosfer. Sekitar 80% molekul di atmosfer bumi terbuat dari dua atom nitrogen yang terikat bersama (N 2 ).

Semua tumbuhan dan hewan membutuhkan nitrogen untuk membuat asam amino, protein dan DNA, tetapi nitrogen di atmosfer tidak dalam bentuk yang dapat mereka gunakan.

  • Daur atau Siklus Fosfor

Dalam siklus biogeokimia ini, fosfor bergerak melalui hidrosfer, litosfer, dan biosfer. Fosfor diekstraksi oleh pelapukan batuan. Karena hujan dan erosi, fosfor hanyut di tanah dan badan air.

Tumbuhan dan hewan memperoleh fosfat ini melalui tanah dan air dan tumbuh. Mikroorganisme juga membutuhkan fosfor untuk pertumbuhannya.

Ketika tumbuhan dan hewan mati mereka membusuk, dan fosfor yang tersimpan dikembalikan ke tanah dan badan air yang lagi dikonsumsi oleh tumbuhan dan hewan dan siklus berlanjut.

  • Daur atau Siklus Sulfur

Daur biogeokimia ini bergerak melalui batuan, badan air, dan sistem kehidupan. Sulfur dilepaskan ke atmosfer oleh pelapukan batuan dan diubah menjadi sulfat.

Sulfat ini diambil oleh mikroorganisme dan tanaman dan diubah menjadi bentuk organik. Sulfur organik dikonsumsi oleh hewan melalui makanan. Ketika hewan mati dan membusuk, belerang dikembalikan ke tanah, kemudian diperoleh oleh tanaman dan mikroba, dan siklus berlanjut.



Simak Video "Zelenskiy Bantah Tuduhan Rusia tentang Program Senjata Biologi"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia