Mahasiswa Unair Ikut IISMA di Negara Teraman Dunia, Jauh dari Catcall

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 11 Mei 2022 12:30 WIB
Alya Muna Zuhra di Abu Dhabi
Alya di depan kampus Abu Dhabi.Foto: Unair
Jakarta -

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Alya Muna Zuhra merasakan nikmatnya belajar di Uni Emirat Arab (UEA). Tepatnya ia diterima di Abu Dhabi.

Alya mengaku Abu Dhabi merupakan negara yang aman. Pasalnya ia dan teman-temannya tidak pernah mendapatkan cat calling di ruang publik. Menurutnya masyarakat Abu Dhabi menerapkan gaya hidup islami.

Sebuah survei internasional yang dilakukan Gallup Global Law and Order memang menobatkan Uni Emirat Arab sebagai negara teraman bagi warga untuk berjalan sendirian di malam hari.

Gallup Global Law and Order 2021 juga menempat negara ini sebagai negara teraman di dunia di bawah Norwegia.

Ia mengatakan laki-laki sangat menjaga jarak, pandangan, dan tutur kata terhadap perempuan.

"Aku dan teman-teman, tidak pernah sekalipun mendapatkan cat call ataupun merasa takut. Mungkin itu rahasianya Abu Dhabi bisa jadi the safest city in the world enam tahun berturut-turut," kata Alya yang dilansir dari laman Unair.

Selain itu, di negeri ini pun sangat ramah bagi muslim dan sangat menghargai perempuan. Sedangkan di Dubai Alya bercerita jika orang-orangnya sangat perhatian dan sopan terhadap orang lain.

"Yang paling aku suka di sini adalah ladies first and always," tutur Alya.

Kekaguman Alya tidak berhenti sampai di situ saja. UEA juga merupakan negara yang sangat bersih dan wangi. Ruang publik dan fasilitas di UEA sangat nyaman dan jarang ditemukan polusi udara.

Lebih lanjut, Alya menjelaskan UAE adalah negara yang multikultural. Hanya sekitar 20 persen saja penduduk asli UAE, sisanya merupakan pendatang dari negara lain.

"Rasanya kagum aja melihat orang dari berbagai ethnicity and learn about this whole global culture and different ways of living," papar Alya.

Ia mengaku teman-teman di perkuliah berasal dari berbagai negara. Mulai dari Pakistan, India, Algeria, Maroko, Palestina, Arab, Mesir, Syria, dan Lebanon.

"It feels great to be in such a global environment," jelas Alya.

Sebelumnya, Alya berhasil mengikuti pertukaran mahasiswa di Abu Dhabi berkat beasiswa IISMA. Awalnya ia mengaku hanya nekat saat mendaftar.

"Hasil english test keluar di hari terakhir penutupan pendaftaran, begitu juga dengan university recommendation letter. Dengan modal nekat, akhirnya aku submit semua dokumen," jelas Alya.

Saat pengumuman IISMA ke Abu Dhabi tiba ia mengaku saat itu sedang sibuk dengan tugas praktik. Ia pun mendengar kabar kelulusannya dari sang dosen.

"Saat itu, badan saya dingin banget. Excited. Seneng campur aduk nangis, tapi ketawa. I feel so grateful for it," kata Alya.



Simak Video "Jurusan Sepi Peminat di Unair, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia