Dilema Mahasiswa Unair Peraih Beasiswa Inggris, Senang tapi Kangen Indonesia

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 03 Nov 2021 17:30 WIB
Mahasiswa Unair
Foto: Unair/Dilema Mahasiswa Unair Peraih Beasiswa Inggris, Senang tapi Kangen Indonesia
Jakarta -

Naufalluthfi Widodo mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) merasa senang karena mendapatkan kesempatan untuk berkuliah di Inggris melalui program Indonesian International Student Mobility Award (IISMA).

Selama berkuliah di Inggris, mahasiswa kedokteran tersebut mengaku merindukan masakan Indonesia dan dirinya merasakan perbedaan berkuliah di Inggris dan Indonesia.

Yang paling berkesan adalah terkait dengan cuaca di Inggris yang cukup dingin. Selain itu, durasi waktu berkuliah yang hanya 8 jam per minggunya dan makanan yang lebih hambar dari Indonesia adalah perbedaan berkesan yang saya rasakan," ungkap Naufal melansir laman Unair, Rabu (3/11/2021).

Naufal sendiri berkesempatan berkuliah di salah satu universitas terbaik dunia yakni University of Sussex. Walaupun merasakan perbedaan waktu yang cukup banyak, Naufal sangat bersyukur karena berhasil mewujudkan impiannya untuk berkuliah di luar negeri dan mempelajari budayanya.

Ia juga bercerita kesibukannya sebagai mahasiswa Kedokteran tidak menyulitkan dirinya untuk mempersiapkan program tersebut.

"Karena banyak pihak yang membantu, sehingga saya tidak merasa terbebani dan proses seleksi sangat mudah saya jalani," kata Naufal.

Di University of Sussex, Naufal mengambil program studi Psikologi. Ia memiliki ketertarikan pada program tersebut. Sebabnya, prodi Psikologi memiliki relevansi dengan kuliahnya di Unair yaitu Kedokteran.

"Materinya sedikit serupa dengan kedokteran dan University of Sussex adalah salah satu yang terbaik di United Kingdom," kata Naufal.

Naufal sendiri membutuhkan dua bulan untuk melalui proses seleksi. Awal mulanya dengan pendaftaran pada bulan Juni 2021 hingga jadwal keberangkatan di bulan Agustus pada tahun yang sama.

Adapun, Naufal sempat mengalami kesulitan karena masalah visa. Beruntungnya banyak pihak yang membantu sehingga dapat terselesaikan dengan baik.

Selain persiapan administrasi, Naufal mengaku pentingnya untuk mempersiapkan mental dan niat yang kuat.

"Utamanya juga harus mempersiapkan mental dan kemauan untuk mengikuti program tersebut. Saya juga mempersiapkan dokumen lain seperti nilai transkrip akademik dan sertifikasi bahasa Inggris yang menjadi hal penting dalam program ini," kata Naufal.

Naufal juga berpesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti IISMA agar tetap percaya diri.

"Terus mencoba, adalah hal yang terpenting. Sertai dengan proaktif untuk bertanya mengenai program tersebut dan tingkatkan kemampuan diri," ujar Naufal.

Mahasiswa Unair tersebut juga berharap agar dapat melanjutkan studi di luar negeri.

"IISMA menjadi langkah awal saya dalam menggapai mimpi saya tersebut," kata Naufal.



Simak Video "Jangan 'Jebak' Anak ke Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia