Mahasiswa, Ini Sederet Buku yang Bisa Dibaca untuk Mengisi Libur Lebaran

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 03 Mei 2022 10:00 WIB
Ilustrasi membaca buku.
Foto: Unsplash/Mahasiswa, Ini Sederet Buku yang Bisa Dibaca untuk Mengisi Libur Lebaran
Jakarta -

Libur lebaran dan cuti bersama 2022 Idul Fitri 1443 H telah ditetapkan oleh pemerintah pada 29 April dan 4-6 Mei 2022. Terhitung dengan hari H Idul Fitri, Sabtu, dan Minggu, maka total ada 10 hari libur hingga 8 Mei 2022.

Libur panjang lebaran tahun ini bukan hanya menjadi momen para pekerja dan perantau untuk mudik namun juga bagi para mahasiswa yang rehat sejenak dari dunia perkuliahan.

Setelah libur lebaran, mahasiswa baru akan mulai menjalani kuliah sesuai dengan kalender akademik di masing-masing perguruan tinggi.

Bagi kamu yang suka mengisi waktu dengan membaca, momen libur lebaran bisa dijadikan waktu untuk membaca beberapa buku. Berikut ini rekomendasi buku yang enak dibaca saat lebaran dikutip dari laman CNN Indonesia.


Rekomendasi Buku yang Bisa Dibaca Saat Libur Lebaran


1. Buku Puisi Perjamuan Khong Guan - Joko Pinurbo

Sudah sangat jelas sampul buku ini sangat menggambarkan suasana lebaran. Sampulnya yang mirip kaleng biskuit khas lebaran ini turut menyiratkan puisi-puisi di dalamnya.

Bagi kamu yang suka dengan puisi dan bacaan ringan, tentu buku puisi karya Joko Pinurbo ini sangat layak untuk dibaca. Banyak kisah-kisah seputar keluarga, cinta, dan sisi kehidupan yang menarik dalam puisi.


2. Pulang - Tere Liye

Makna pulang dalam tradisi mudik lebaran bisa berarti banyak hal, salah satunya adalah pulang untuk memaknai hakikat kehidupan, ke tempat manusia berasal.

Novel karya Tere Liye ini sarat akan perjuangan kembali pulang ke hakikat kehidupan itu. Adegan demi adegan, yang diwakilkan dengan pertarungan demi pertarungan sebagai simbol setiap tingkatan untuk pulang.

Novel ini juga bercerita tentang bersatunya kembali keluarga.


3. Pulang - Leila S Chudori

Meski judulnya sama dengan karya Tere Liye, namun novel Leila dirilis lebih dulu. Novel ini bercerita tentang usaha untuk pulang ke kampung halaman, seperti orang-orang mudik saat lebaran.

Namun usahanya bukan berburu tiket atau bermacet-macetan. Melainkan perjuangan karena harus kembali ke Indonesia dari Perancis dengan berbagai persoalan yang dihadapi.


4. Seri Negeri Lima Menara

Trilogi Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi menceritakan tentang kehidupan di pondok pesantren. Tiga novel itu adalah Negeri Lima Menara, Rantau Tiga Warna dan Rantau Satu Muara.

Lewat buku ini pembaca jadi tahu betul bagaimana ketatnya disiplin di pondok pesantren, mulai harus berbahasa Arab sampai tak boleh cinta-cintaan.

Menariknya, buku ini tak sekedar berbicara soal pondok pesantren. Seri Negeri Lima Menara, juga memberi pelajaran tentang keluarga, masa-masa perantauan, masalah hidup yang datang silih berganti, sampai nilai-nilai untuk tidak menyerah saat hidup di negeri orang.

Novel ini juga menyimpan peribahasa-peribahasa Arab seperti man jadda wajada, man shobaro dzofiro dan man yazro yahsud yang bermanfaat untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai dalam peribahasa tersebut tampaknya cocok untuk menjadi pengingat usai Ramadan, di saat libur lebaran.



Simak Video "Kata BRI soal Nasabah Robek Buku Tabungan Gegara Saldo Berkurang"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia