Pria Ini Pakai Permainan Tradisional buat Cegah Anak Kecanduan Gadget

Dea Duta Aulia - detikEdu
Rabu, 09 Mar 2022 18:50 WIB
Achmad Irfandi
Foto: detikcom/Dea Duta Aulia
Jakarta -

Tingginya intensitas penggunaan gadget tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja. Anak-anak yang sudah diberikan gadget oleh orang tuanya turut mengalami hal serupa. Bahkan tidak sedikit dari anak-anak yang seakan 'kecanduan' untuk bermain gadget.

Mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget merupakan hal penting yang perlu dipikirkan oleh banyak orang. Oleh karena itu pria asal Sidoarjo Achmad Irfandi memutuskan untuk mendirikan Kampung Lali Gadget di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Manusia harus bisa mengimbangi teknologi," kata Achmad Irfandi pendiri Kampung Lali Gadget sekaligus Penerima Apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021 Bidang Pendidikan di acara 13th SATU Indonesia Awards 2022, Rabu (9/3/2022).

Salah satu jurus yang dimanfaatkan oleh Achmad untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget dengan memanfaatkan media permainan tradisional.

"Permainan yang cocok itu adalah permainan tradisional. Kami pakai sebagai 'senjata' untuk mengurangi kecanduan gadget dengan permainan tradisional," ujar Achmad.

Achmad mengatakan upayanya untuk mengajak anak-anak mengurangi kecanduan gadget melalui permainan tradisional awalnya tidak berjalan mulus. Sebab masih banyak masyarakat yang tidak bisa menerima konsep dari Kampung Lali Gadget.

Hal tersebut didasari karena masyarakat beranggapan bahwa gadget merupakan salah satu bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan sulit untuk dilepas atau dikurangi begitu saja.

"Waktu itu adalah pola pikir masyarakat tidak bisa menerima konsep kampung lali gadget. Padahal sehari-hari semuanya tentang gadget dan ada di gadget," ujarnya.

Meskipun konsep tersebut sempat tidak diterima oleh masyarakat, hal itu tak membuat Achmad patah semangat. Ia terus menyuarakan konsep pemanfaatan permainan tradisional untuk mengimbangi penggunaan gadget.

Upayanya untuk mengampanyekan manfaat dan memperkenalkan permainan tradisional pun berbuah positif. Ia mengatakan saat ini Kampung Lali Gadget sudah memiliki anak asuh sekitar 30-50 orang yang berasal dari anak-anak sekitar kampung.

Ia menambahkan upayanya untuk mengimbangi penggunaan gadget dengan permainan tradisional pun mendapatkan juga mendapatkan respons yang luar biasa positif dari masyarakat luas. Hal itu tercermin dari setiap kegiatan akhir pekan Kampung Lali Gadget yang selalu ramai dikunjungi oleh anak-anak dari berbagai daerah.

"Kalau anak-anak lokal di tempat kami ada sekitar 30-50 anak. Setiap minggu kami menggelar event mingguan dengan tema berbeda ada yang menggunakan bahan alam, bahan buatan, dan lainnya. Anak-anak dari lintas kota dan daerah (yang ikut event mingguan) kalo dikalkulasikan bisa setahun bisa 6 ribuan anak yang bisa main ke tempat kami," katanya.

Achmad menjelaskan permainan tradisional memiliki nilai makna yang begitu penting bagi tumbuh kembang anak. Ia mencontohkan permainan hompimpa alaium gambreng yang berarti 'Dari Tuhan kembali ke Tuhan'.

"Dari Tuhan kembali ke Tuhan tapi jangan lupa untuk berkontribusi. Kita harus melakukan sesuatu harus berkontribusi terhadap dunia ini," katanya.

Ia mengatakan pendirian dari Kampung Lali Gadget bukan mengajak anak-anak untuk anti teknologi. Namun mengajak mereka untuk mengurangi intensitas penggunaan gadget dengan permainan tradisional.

Achmad tidak menyangkal di balik sisi negatif teknologi tetap ada sisi positif yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak.

"Pendirian kampung tersebut bukan berarti mengajak anak-anak untuk anti terhadap teknologi. Namun, mereka mengajak anak-anak untuk menyeimbangkan penggunaan gadget dengan aktivitas lainnya," tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, Kick-Off 13th SATU Indonesia Awards 2022 merupakan upaya Astra untuk menjaring individu atau kelompok inspiratif yang memberikan dampak positif pada masyarakat. Acara tersebut turut dihadiri oleh Prof. Emil Salim, Prof. Nila Moeloek, Prof. Fasli Jalal, Ir. Tri Mumpuni, Onno W. Purbo Ph.D, Arif Zulkifli, Boy Kelana Soebroto, Diah Suran Febrianti, dan Billy Boen.



Simak Video "5 Gadget yang Wajib Dibawa Saat Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia