11 Kebiasaan yang Bikin Pelajaran Susah Masuk Otak, Jangan Sampai Salah!

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 09 Mar 2022 13:30 WIB
Ilustrasi ibu mengawasi anak belajar
Ilustrasi belajar dengan anak. Foto: Getty Images/Stígur Már Karlsson /Heimsmyndir
Jakarta -

Agar mendapatkan nilai yang bagus harus dilihat dari kebiasaan belajarnya. Jika anak mendapatkan nilai yang kurang baik, sebagai orang tua hal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi kebiasaan belajar.

Dengan menemukan kebiasaan belajar yang baik dapat membantu anak untuk mengenali potensi dirinya. Ada 11 kebiasaan belajar yang salah dan harus dihindari oleh anak. Apa saja itu? Simak penjelasannya yang dikutip dari laman Oxford Learning:

11 Kebiasaan Belajar Salah, yang Bikin Pelajaran Susah Masuk Otak

1. Memulai Belajar Tanpa Rencana

Buatlah kerangka rencana di setiap pembelajaran untuk mencapai tujuan setiap sesi. Ajarkan anak untuk merancang tujuan seperti konsep apa yang harus digunakan atau berapa banyak halaman yang harus dikerjakan.

2. Mengerjakan Tugas Dadakan

Jangan biarkan anak mengerjakan tugas dadakan. Ajarkan anak untuk mengerjakannya satu persatu. Mulai mengerjakan tugas setidaknya seminggu sebelum dikumpulkan. Ini akan mengurangi kelelahan.

3. Belajar Berjam-jam Namun Tidak Selesai

Belajarlah bertahap per bab. Lakukan pembelajaran pada pagi hari karena saat yang baik untuk fokus. Namun ada juga yang fokus pada malam hari.

4. Terdistraksi HP dan Media Sosial

Matikan handphone (HP) saat belajar. Jika saat istirahat belajar, boleh menggunakan HP atau lebih baiknya memberikan HP saat anak selesai belajar.

5. Belajar di Depan TV

Kebiasaan belajar yang salah adalah belajar di depan TV. Hal itu harus dihindari karena dapat menyebabkan gangguan. Jauhkan gangguan saat anak sedang belajar. Gunakan tempat khusus untuk belajar jika ada. Dengan ini akan mendorong anak untuk mulai belajar lebih cepat. Hindari kamar tidur untuk belajar jika memungkinkan.

6. Mengerjakan Tes Pada Malam Hari

Belajarlah di waktu yang lebih cepat dan belajar sedikit pada malam hari. Meninjau materi dalam jangka waktu yang lebih lama akan membantu anak mengingat informasi dengan lebih baik.

7. Tidak Bertanya Pada Guru

Setiap malam habiskan beberapa waktu untuk merefleksikan dan mereview pelajaran anak yang diajarkan dalam kelas. Buat catatan untuk membantu anak memahami materi. Jika tidak bisa, tanyalah kepada guru. Jangan malas bertanya pada guru ya detikers.

8. Belajar untuk Mengingat Bukan Memahami

Jangan ajarkan anak untuk mengingat pelajaran tetapi untuk memahami. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat peta konsep pelajaran agar anak lebih mudah memahami dan mengerti pelajaran.

9. Tidak Menggunakan Agenda

Gunakanlah agenda pembelajaran setiap hari atau setiap bulan. Dengan menggunakan agenda akan lebih memudahkan untuk menulis hal yang harus dilakukan. Jika memiliki kebiasaan ini anak akan lebih mudah mengingat dan mengerjakan tugas.

10. Tidak Merapikan Catatan

Pertama hal yang harus dilakukan adalah merapikan catatan dari tiap subjek pelajaran. Lalu mulailah latihan membuat catatan yang efektif. Cobalah berbagai metode pencatatan, dan bantu anak memilih salah satu yang paling cocok untuknya.

11. Tidak Belajar dari Kesalahan

Orang yang sukses adalah mampu belajar dari kesalahan. Jika anak mendapatkan nilai yang kurang baik, semangati anak untuk tidak menyerah. Gunakan itu sebagai pembelajaran dan ajarkan mereka untuk membuat rencana yang baik kedepannya.

Nah itulah kebiasaan belajar yang salah dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat ya detikers!



Simak Video "Tiga Ruang Kelas SD di Grobogan Rusak Parah, Siswa Ujian di Teras"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia