Sosok Srihadi Soedarsono, Maestro Pembuat Lambang ITB yang Berpulang Kemarin

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 27 Feb 2022 17:00 WIB
Srihadi Soedarsono
Sosok Srihadi Soedarsono, seniman lukis Indonesia dari ITB wafat pada Sabtu (26/2/2022). Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta -

Maestro lukis Srihadi Soedarsono wafat pada Sabtu (26/2/2022) pada usia 90 tahun di Bandung. Sosok bernama lengkap Prof. Kanjeng Raden Haryo Tumenggung H. Srihadi Sudarsono Adhikoesoemo, MA ini merupakan seorang Guru Besar purnabakti Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB). Lambang ITB merupakan salah satu karyanya.

ITB menyelenggarakan upacara pelepasan Srihadi di Aula Timur secara militer untuk mengenang jasa almarhum. Srihadi lalu disemayamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta. Berikut sosok dan jasa Srihadi Soedarsono untuk pendidikan seni Indonesia.

Srihadi Soedarsono, Maestro Seni Rupa ITB

Pameran seni sejak 15 tahun

Srihadi lahir di Solo, 4 Desember 1931. Sejak usia 15 tahun, ia mulai mengikuti dan mengadakan pameran lukisan bersama dan pameran tunggal di Indonesia hingga mancanegara.

Srihadi dikenal senang melukis, membuat patung, serta membuat ilustrasi untuk buku anak, majalah, dan surat kabar, seperti dikutip dari katalog Pameran Lukisan Karya 6 Pelukis: S.Soedjojono, Oesman Effendi, Ahmad Sadali, Fadjar Sidik, OH Supono, dan Srihadi.

Wartawan pelukis

Srihadi menjadi tentara pelajar pada 1945-1948 sebagai wartawan pelukis. Ia membuat karya berupa poster-poster untuk Balai Penerangan di Divisi IV Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kelak menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Usai tugasnya, Srihadi kembali bersekolah di SMA II Surakarta. Ia juga aktif membentuk Himpunan Budaya Surakarta di Solo dan bergabung sebagai anggota Seniman Indonesia Muda di Solo dan Yogyakarta.

Kuliah seni rupa

Kelak pada 1953, sekitar usia 22 tahun, Srihadi belajar di Fakultas Tehnik, Seni Rupa Bandung Universitas Indonesia yang kelak menjadi ITB. Ia menekuni seni rupa di perkuliahan dalam negeri hingga 1958.

Srihadi juga melanjutkan pendidikan dengan Master of Arts di Ohio State University, Amerika Serikat 1960-1962. Setelah menjadi ketua Departemen Seni Rupa ITB, ia juga mengenyam pendidikan seni kembali di Ohio dengan beasiswa Fulbright USA pada 1980.

Karya Srihadi Soedarsono

Karya Srihadi sangat dipengaruhi hasil pendidikannya, yaitu geometris sintetik, seperti dikutip dari Aliran Seni Lukis Indonesia oleh W. Setya R. Pada tahun 1960, Srihadi mulai menampilkan eksperimentasi bentuk abstrak dengan tempelan potongan kertas dan warna-warna spontan.

Srihadi lalu cenderung berkarya dengan cat minyak gaya impresionis dan memasukkan unsur simbolis pada lukisannya mulai tahun 1970-an. Ia juga membuat karya dalam bentuk simplifikasi dengan garis horizontal kuat serta figur-figur puitis yang terinspirasi ajaran Zen.

Dikutip dari Indonesian Visual Art Archive (IVAA), hidup dan karya salah satu pelukis modern Indonesia yang menonjol ini dibentuk oleh akar budaya dan sejarah Jawa. Dengan latar belakang budaya, sosial dan pendidikannya, Srihadi lalu memahami filosofi Jawa yang menjelaskan seluruh aspek siklus kehidupan yang bergerak dinamis dan berakhir kembali kepada Sang Pencipta.

Mengajar seni rupa

Srihadi Soedarsono juga menuangkan ilmu seni rupanyanya sebagai dosen di ITB bersama seniman Ahmad Sadali, A.D. Pirous, dan Toeti Heraty. Ia juga mengajar untuk mahasiswa Institut Kesenian Jakarta.

Sekretaris Institut ITB, Prof. Dr. Ing. Ir. Widjaja Martokusumo mengatakan, Srihadi merupakan sosok yang santun dan penuh hormat, baik pada yang lebih tua maupun muda pengalamannya kendati prestasinya di mancanegara.

"Sejumlah prestasi dan jasa serta bakti telah dipersembahkan kepada masyarakat bangsa dan negara," kata Widjaja, seperti dikutip dari laman ITB, Sabtu (27/2/2022).

Beberapa penghargaan yang diterima Srihadi di antaranya Anugerah Seni dari Pemerintah RI pada 1971 dan Cultural Award dari Pemerintah Australia pada 1973. Guru Besar purnabakti ITB ini juga menerima penghargaan piagam bakti cendekia utama ITB tahun 1998 atas proses belajar dan mengajar di almamaternya tersebut selama 40 tahun.

Pendesain lambang ITB

Catatat ITB dalam buku Aura Biru - Catatan Para Pelaku Sejarah ITB tahun 2009, terdapat tulisan yang berjudul "Nostalgia Kampus ITB, Dalam Lima Aura Warna" karya A.D. Pirous.

Pada tulisan A.D. Pirous di buku ITB tersebut, Prof. Srihadi Soedarsono tercatat sebagai orang yang mendesain lambang ITB. Tugas mendesain lambang tersebut diberikan oleh tokoh masyhur ITB, d antaranya Prof. Ir. Soetedjo, Prof. S. Soemardja, Prof. Soemono, dan Prof. Ir. R.O. Kosasih.

Hingga kini, bentuk lambang ITB yang dibuat oleh Srihadi Soedarsono masih lestari. Selamat berpulang, maestro.



Simak Video "Pelajar di Garut Jadi Sorotan, Lulus SNMPTN ITB Tapi Terhimpit Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia