Cristiano Ronaldo Larang Anak Punya HP Sendiri, Apa Untung dan Ruginya?

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 31 Jan 2022 10:00 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 28: Cristiano Ronaldo of Manchester United looks on as he warms up prior to the Premier League match between Chelsea and Manchester United at Stamford Bridge on November 28, 2021 in London, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images )
Cristiano Ronaldo belum izinkan anak pegang HP. (Getty Images/Shaun Botterill)
Jakarta -

Pesepakbola Cristiano Ronaldo masih belum membolehkan anaknya untuk punya HP atau ponsel sendiri. Anaknya, Cristiano Jr, diketahui berusia 11 tahun.

"Putraku sering bertanya kapan ia akan punya ponsel sendiri. Aku selalu bilang kepadanya, dia akan memilikinya ketika memang sudah tiba waktunya," kata Cristiano Ronaldo seperti dikutip dari RT, Sabtu (29/1/2022).

Cristiano juga mendukung pembatasan screen time ponsel buat anak. Menurutnya semua orang, termasuk anak, harus memanfaatkan teknologi namun jangan sampai terobsesi hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Aturan Cristiano Ronaldo ini sebelumnya juga diterapkan di rumah Bill Gates. Dikutip dari laman Inc., ketiga anak Bill Gates tidak diberikan ponsel hingga memasuki usia SMA, sekitar 14 tahun di Amerika Serikat.

Dikutip dari laman Child Mind Institute, tidak hanya umur yang perlu diperhatikan dalam pemberian akses ponsel pada siswa. Siswa usia 15 tahun yang belum dapat bertanggung jawab dengan penggunaan ponsel pun ternyata sebaiknya tidak punya ponsel.

Tanggung jawab atas pemakaian ponsel pada siswa mencakup dari biaya yang keluar sehari-hari hingga bagaimana media sosial bisa memengaruhinya, seperti mengatasi cyberbullying, membatasi screen time sendiri, dan menyimpan ponsel dengan benar.

Berikut pertimbangan untung-rugi dan kapan anak sebaiknya mendapat smartphone sendiri.

Pertimbangan anak punya HP pribadi

1. Untung-rugi anak punya HP

  • - Konsekuensi biaya pembelian, terutama jika ponsel yang diberikan berada di rentang harga menengah ke atas dan anak cenderung mudah menghilangkannya atau membuatnya rusah
  • - Konsekuensi biaya paket data dan aplikasi, terutama jika anak tidak mengerti bahwa orang tua dikenakan tagihan paket data dan in-app purchase di aplikasi atau games yang ditarik secara elektronik di dompet elektronik atau kartu kredit.
  • - Kerugian karena terpapar hal-hal yang tidak pantas, seperti konten seksual dan kekerasan.
  • - Kerugian karena terkena hate comment, cyberbullying, dan potensi kekecewaan dan iri dengan konten yang tidak dialami atau dipunyai saat ini.
  • - Kerugian dalam aspek fokus perhatian anak yang dapat terserap lama ke dalam konten dan aplikasi di ponsel.
  • - Keuntungan dalam mencari konten atau platform edukatif dan pengembangan diri yang tidak ada secara cetak atau fisik di rumah.
  • - Keuntungan dalam menikmati musik, video musik, dan komedi yang menghibur
  • - Keuntungan menemukan support group belajar daring, baik akademik maupun non akademik

2. Kapan anak boleh punya HP pribadi

  • - Ketika anak terbukti mampu menjaga barang yang diberikan dengan baik dan berhati-hati
  • - Ketika anak tidak impulsif membelanjakan uang saku sehingga tidak impulsif membeli aplikasi atau game
  • - Ketika anak peka secara sosial, seperti mengerti kenapa tidak ada orang tidak membalas pesan 'hai' dari orang lain yang berulang-ulang. Ketidakpekaan anak pada kebiasaan sosial bisa menular saat berkirim pesan dengan teman atau saat mengepos apapun di media sosial.
  • - Ketika anak mengerti adanya konsekuensi siber jejak digital yang dapat diakses di masa depan oleh orang-orang yang penting secara akademik dan untuk kariernya, seperti staf penerimaan mahasiswa, calon atasan, staf HRD, dan teman-teman di masa depan.
  • - Ketika anak dapat memahami bahwa screen time perlu dan bisa mematuhi batasan tersebut. Jika anak sulit berhenti main komputer atau game, kemungkinan besar akan kesulitan juga berhenti main ponsel.

3. Pengawasan HP pada anak

  • - Sepakati dengan anak bahwa akan mengetahui password ponselnya dan berhak mengambilnya jika anak tidak menggunakan dengan bijak.
  • - Sepakati screen time
  • - Sepakati batas uang pulsa, kuota, dan biaya aplikasi atau game
  • - Sepakati konsekuensi jika HP hilang, apakah diganti dan siapa yang membayarnya
  • - Sepakati bahwa chat dan telepon bukan tempatnya untuk bicara hal-hal penting dan emosional, melainkan harus tatap muka. Ajarkan bahwa ponsel bukan tempat untuk bersembunyi atau kabur dari situasi sehari-hari yang kurang nyaman.
  • - Pantau media sosial yang digunakan anak, dan pastikan anak tahu orang tua memantau. Anak perlu bersikap di media sosial seolah orang tua sedang memerhatikan sehingga tidak bersikap impulsif dan bercerita terlalu banyak informasi saat sedang memegang HP


Simak Video "Spesifikasi Honor X8 5G yang Dirilis Global "
[Gambas:Video 20detik]
(twu/row)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia