Kisah Rohana Abdullah, Putus Sekolah hingga Ditawari 2 Kampus di Malaysia

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 27 Jan 2022 12:19 WIB
Rohana Abdullah dan Chee Hoi Lan
Kisah Rohana Abdullah yang sempat putus sekolah. Foto: YouTube Harian Metro
Jakarta -

Nama Rohana Abdullah menjadi pembahasan setelah kondisinya yang putus sekolah karena terkendala identitas dikisahkan di media Malaysia sejak 14 Januari 2021 lalu. Rohana diketahui memiliki ibu kandung tenaga kerja Indonesia (TKI) dan ayah kandung dari Malaysia.

Dibesarkan Chee Hoi Lan, seorang guru TK usia 83 tahun sejak Rohana berusia 2 bulan, ia tidak memiliki dokumen identitas diri. Identitas sang ayah yang terbatas dan meninggalkan Rohana sejak kecil juga membuat perempuan berusia 22 tahun terganjal dokumen untuk mengurus kewarganegaraan dan pendidikan.

"Ketika saya pikir, dunia ini tidak adil. Bukan salah saya. Bila ibu-ayah berbuat salah, kenapa saya yang harus menanggung," kata Rohana pada Harian Metro, dan dikutip detikEdu, Kamis (27/1/2022).

"Saya cuma teruskan hidup sebagai anak. Kalau harus berhenti sekolah, saya sangat sedih karena tidak ada yang membantu. Saya terpaksa berhenti karena tidak ada dokumen," imbuhnya.

Rohana menuturkan, ia telah mengurus kewarganegaraan untuk menjadi warga negara Malaysia sejak 2016. Namun, ia belum mendapat kewarganegaraan hingga kini.

"Saya hanya mengharapkan diberikan status yang membolehkan saya menjalani hidup seperti orang lain. Ini juga termasuk menikah, membuka rekening (bank), dan hal-hal lain lain yang tidak dapat dilakukannya sebelum ini," katanya.

Fakta Rohana Abdullah

Dirawat Guru TK

Chee Hoi Lan membesarkan Rohana sejak berusia dua bulan. Sekitar 22 tahun lalu, Rohana ditinggalkan ibunya, Salimah Osman, di TK tempat Hoi Lan bekerja sebagai guru. Salimah sendiri merupakan petugas kebersihan di TK tersebut. Ia diketahui meninggalkan Rohana karena harus pulang ke Indonesia karena izin kerja sudah habis.

Kendati berbeda agama, Hoi Lan yang dipanggil laoshi (guru) oleh Rohana diketahui mengikutkan sang anak angkat Kelas Asas Fardhu Ain (KAFA), semacam kelas untuk mempelajari dasar-dasar agama Islam. Rohana juga tumbuh sebagai muslim dan tidak makan makanan haram seperti pesan ibunya yang beberapa kali mengunjungi Hoi Lan dan sang anak.

Rohana menuturkan, ia mengalami gangguan kecemasan dan sempat terpikir bunuh diri karena kondisi identitasnya di Malaysia. Namun, ia mengurungkan niat tersebut setelah memikirkan nasib ibu dan ibu angkatnya jika ia berpulang.

Belum Dapat Kewarganegaraan

Kabar Rohana yang masih belum mendapat kewarganegaraan sejak pengurusan pada 2016 kemudian dikabarkan pada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Batu Gulam Muszaffar yang dahulu merupakan murid Hoi Lan.

"Baru kali ini saya menghadapi masalah status kewarganegaraan. Saya mengerti karena ibu dan ayah saya hilang sejak saya masih kecil. Saya mengajukan status kewarganegaraan pada tahun 2016 dan sampai sekarang belum ada tanggapan," kata Rohana.

"Jadi saya dan laoshi (Hoi Lan) berjumpa dengan Gulam Muszaffar yang kebetulan anak muridnya pada 1980 untuk meminta bantuan dalam isu ini," katanya.

Dapat Perhatian Perdana Menteri Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan, ia akan membantu Rohana untuk mendapat status kewararganegaraan. Ia menambahkan, ia juga menghubungi departemen pencatatan Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) untuk membantu urusan dokumen Rohana agar mendapat pengenal identitas.

"InsyaAllah demi masa depan Rohana, saya akan bantu beliau mendapatkan taraf kewarganegaraan dan kad pengenalan," kata Ismail Sabri dalam video yang diunggah ke Facebook, dikutip dari Harian Metro.

"Hari Senin saya akan hubungi Jabatan pendaftaran, kalau ada apa-apa (perkembangan) nanti, pegawai saya akan hubungi Anda. Buat Chee Hoi Lan, terima kasih, salam hormat jua dari saya karena menjaga Rohana dengan penuh kasih sayang tanpa sempadan," imbuhnya.

Bantuan Pengurusan Identitas hingga Medis

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Batu Gulam Muszaffar mengatakan, berdasarkan diskusi dengan Rohana dan Hoi Lan, aspek pendidikan, kesehatan, dan keselamatan menjadi prioritas untuk kondisi sang ibu dan anak.

"Kami sedang mempertimbangkan bantuan dalam hal pendidikan, kesehatan dan keselamatan. Itu saja cara membantu Rohana demi masa depan dia," kata Gulam pada Harian Metro, Senin (17/1/2022).

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono mengatakan, Kedutaan Besar RI (KBRI) di Malaysia berkomitmen membantu mengurus isu kewarganegaraan Rohana. Termasuk di antaranya yakni dokumen yang diperlukan dari KBRI untuk untuk membantu proses yang dijalankan Kementerian Dalam Negeri (KDN) Malaysia.

"Karena laporan media mengatakan ibunya adalah warganegara Indonesia, maka saya meminta semakan dibuat untuk memberikan identitas kepada Rohana berdasarkan keadaan itu. Kalau dia ingin menjadi warganegara Indonesia, kita akan berikan pasport, tetapi jika sebaliknya, saya perlu berbincang dengan kerajaan Malaysia apa dokumen yang diperlukan untuk mendapatkan status warganegara Malaysia," kata Hermono, Jumat (21/1/2022).

"Disebabkan ibunya adalah warga negara Indonesia, kita boleh memberikan identiti kepada Rohana seperti kewarganegaraan, sijil lahir dan sebagainya. Namun kerana dia memilih untuk menjadi warga negara Malaysia, kita perlu berbincang dengan kerajaan Malaysia apa yang diperlukan daripada kedutaan agar Rohana ini memiliki status kewarganegaraan," imbuhnya.

Hermono mengakui, ada banyak kasus seperti yang dialami Rohana. Ia mengatakan, dirinya perlu kerja sama antara kedua negara untuk mengatasinya.

Gulam mengatakan, sejak isu kewarganegaraan dan dokumen identitas Rohana Abdullah mulai mendapat perhatian dari departemen terkait di Malaysia, beberapa pihak swasta juga memberi bantuan medis dan keuangan bagi Hoi Lan.

Tawaran Kuliah di Malaysia

Rohana mengatakan, dua universitas negeri di Malaysia menawarkan kesempatan melanjutkan studi sejak kisahnya mencuat di media. Ia menjelaskan, kesempatan ini bergantung pada status kewarganegaraannya yang kini masih diproses di departemen pencatatan Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaysia.

"Saya bersyukur dengan adanya universitas yang sedang mempertimbangkan tawaran kepada saya untuk melanjutkan studi. Itu impian saya sejak kecil dan karena itu, saya mengambil inisiatif sendiri mengikuti Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) secara mandiri pada 2017, semata-mata ingin mencapai cita-cita sebagai dokter," katanya ditemui hari ini.

Rohana menuturkan, ia berminat kuliah di jurusan saintek dan akan belajar keras untuk mengejar mimpinya.

"Dalam beberapa hari ini, saya seperti tidak percaya apabila kisah hidup saya mendapat perhatian banyak pihak sehingga ke kepimpinan negara. Pokoknya saya bersyukur dan berharap semua urusan saya dan Laoshi dimudahkan," ujarnya.



Simak Video "RI-Malaysia Teken MoU Perlindungan PMI, Jokowi: Sudah Sewajarnya!"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia