Aplikasikan AI, Siswa DIY Bikin 21 Purwarupa Solusi Masalah Sehari-hari

Heri Susanto - detikEdu
Jumat, 10 Des 2021 18:30 WIB
Dua pelajar memaparkan cara kerja Urgent Vehicle Sensor
Foto: Dua pelajar memaparkan cara kerja Urgent Vehicle Sensor (Heri Susanto)
Yogyakarta -

Saat terjebak dalam kemacetan Anda pasti bingung ketika mendengar sirene mobil darurat seperti ambulans atau pemadam kebakaran. Empat siswa di Yogyakarta, Nur Aziz (SMKN 2 Depok, Sleman), Devan Cahya (SMAN 2 Yogyakarta), Nastiti Diah (SMKN 3 Yogyakarta), Harun (SMAN 1 Yogyakarta) merancang sebuah alat menggunakan kecerdasan artifisial (AI) yang bisa membantu Anda memberikan jalan bagi mobil darurat.

Perangkat yang diberi nama Urgent Vehicle Sensor itu mampu mendeteksi kehadiran mobil darurat. Kemudian, lewat perangkat software, bisa memerintahkan pengendara lain untuk menepi memberikan jalan bagi mobil darurat. Itu hanya salah satu dari 21 karya siswa DIY dalam program Intel Prakarsa Muda dari Yayasan Sagasitas Indonesia yang dipamerkan di Hotel Tara, Jalan Magelang, Jumat (10/12/2021).

Dewan Pembina Yayasan Sagasitas Indonesia Gunawan Susilowarno menjelaskan, 21 karya itu merupakan inovasi berupa solusi atas permasalahan yang bisa dijumpai sehari-hari. Hal ini agar karya tersebut ke depan bisa diaplikasikan oleh pihak terkait.

"Demokratisasi pendidikan Kecerdasan Artifisial (AI) perlu didorong dari akar rumput. Beberapa solusi AI hasil pengembangan siswa/i itu pun berhasil mengharumkan nama Indonesia sebagai Global Winner pada ajang AI internasional, Intel AI Global Impact Festival 2021 dengan judul karya Mental Illness Early Detection System Referring to Tweets Based on NLP-based AI," katanya disela pembukaan Pameran Jogja AI Summit, di Hotel Tara.

Intel Prakarsa Muda adalah bentuk dukungan dan inisiatif dari Intel yang dilaksanakan oleh Sustainable Living Lab (SL2) Indonesia untuk memperkenalkan AI kepada generasi muda berumur 14 - 19 Tahun dari berbagai latar belakang ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk dapat mengembangkan solusi nyata di tengah masyarakat menggunakan teknologi AI.

"Sagasitas berhasil memberikan contoh kepada masyarakat dunia tentang bagaimana gerakan pendidikan digital dapat dilaksanakan dari akar rumput, sehingga AI dapat menjadi teknologi yang datang dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat" ujar Antony Simon, Country Director SL2 Indonesia.

Salah seorang siswa peserta Nur Aziz, dari SMKN 2 Depok, Sleman yang bersama timnya mampu menciptakan alat deteksi mobil darurat itu mengaku, ada sebuah tantangan dalam menciptakan karya tersebut. Sebab, harapan mereka karya yang dihasilkan dengan mengaplikasikan kecerdasan buatan itu tak hanya sekedar sebuah temuan. Namun, bisa berguna bagi masyarakat.

"Ya kenapa kami buat ini, pertama masalah ini hampir sulit terpecahkan. Mudah-mudahan berguna," imbuhnya.

Diikuti oleh 82 Siswa dari 41 Sekolah di DIY , keseluruhan proses belajar dan pengembangan purwarupa dilakukan selama 6 bulan yang didukung penuh oleh Intel dengan bantuan pembinaan dari Sagasitas.



Simak Video "Viral Seorang Pelajar Tewas Bersimbah Darah di Kemayoran"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia