Cara Mengajarkan Kebaikan pada Anak, Jangan Segan Bilang Terima Kasih

Rosmha Widiyani - detikEdu
Rabu, 24 Nov 2021 17:00 WIB
mother and kid reading quran together at home
Ilustrasi cara mengajarkan kebaikan pada anak. Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto
Jakarta - Cara mengajarkan kebaikan pada anak ternyata sudah bisa dimulai sejak usia dua tahun. Diawali dengan perkenalan, makna kebaikan bisa diajarkan pada usia lima tahun.

"Kindness perlu diajarkan pada anak sejak dini, dimulai dari kehidupan bersama orang tua di dalam keluarga," kata Psikolog Anak Anastasia Satriyo, MPsi dalam acara Media Gathering Early Learning Centre pada Kamis (11/11/2021).

Tentunya pengajaran dilakukan langsung dari orang tua pada anak tanpa gadget. Kebaikan dikenalkan langsung melalui quality time dan role model, sehingga anak mempelajari kebaikan tanpa paksaan.

4 cara mengajarkan kebaikan pada anak

Berikut cara yang bisa dilakukan orang tua terhadap anak

1. Menggunakan kalimat yang baik untuk mengapresiasi anak

Orang tua perlu menggunakan kalimat spesifik saat mengapresiasi kebaikan anak. Salah satunya tidak lupa mengucapkan terima kasih misal, "Terima kasih ya sudah masukin makanan ke dalam kulkas."

2. Bermain role play menggunakan figur konkret

Anak-anak biasanya lebih mudah mengerti berbagai hal melalui kontak langsung. Salah satu cara melatih kebaikan adalah bermain role play dengan benda konkrit (sensory play).

3. Mengenalkan berbagai nama emosi pada anak

Anak perlu diajarkan emosi dasar yang meliputi senang, sedih, takut, rasa jijik, dan bahagia sejak dini. Dengan mengetahui emosi dasar, anak bisa belajar dan berbuat kebaikan pada sesama.

4. Biarkan anak memegang kendali dalam permainan

Orang tua tak perlu ragu membiarkan anak memegang kendali dalam beberapa permainan. Dengan cara ini anak berpeluang merasakan empati pada orang lain, tanpa paksaan atau kendali orang tua.

Menurut Anastasia, orang tua perlu menghabiskan 20-40 menit untuk mengajarkan kebaikan. Saat itu orang tua harus menempatkan diri sebagai teman, bukan seseorang yang memberikan pengajaran.

Bermain sebetulnya adalah peluang besar bagi anak untuk belajar termasuk kebaikan. Karena itu, Anastasia menyarankan orang tua selalu menyediakan waktu bagi anak untuk menemani bermain. Artikel lengkap dengan cara mengajarkan kebaikan pada anak bisa klik di sini ya

Simak Video "Geger Anak di Sulsel Buang Orang Tuanya di Jalan, Ini Faktanya"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia