Kisah Sukses Ketua Hima HI Unair Pertama yang Kini Jadi Dubes Bahrain

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 22 Nov 2021 11:42 WIB
Alumnus Unair
Foto: Unair
Jakarta -

Tanggal 25 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo resmi melantik 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP RI) di Istana Negara. Salah satu diantaranya merupakan alumnus Universitas Airlangga (Unair) yang juga Ketua Himpunan Hubungan Internasional (HI) pertama.

Ia adalah Ardi Hermawan. Saat ini Ardi Hermawan mengemban tugas sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Bahrain.

"Saya itu angkatan pertama prodi Hubungan Internasional. Tahun 82. Saya juga Ketua Hima HI yang pertama," ujar Ardi yang dikutip dari laman Unair, Senin (22/11/2021).

Alumnus lulusan program Master di Monash University, Australia tersebut juga bercerita sebelumnya tidak pernah terpikir jika ia dapat berkuliah sebagai mahasiswa HI Unair. Hal tersebut dikarenakan, ia berkuliah sebagai mahasiswa jurusan Sosiologi Unair.

Kemudian pada tahun 1982, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unair membuka prodi HI yang akhirnya membuat Ardi memutuskan pindah jurusan.

"Saya suka bahasa dan senang membaca. Dan saya merasa cocok di HI. Dulu saya sering baca-baca majalah berbahasa Perancis untuk tahu berita politik dunia luar sambil sekalian belajar bahasa Prancis juga," kata Ardi.

Saat menjadi mahasiswa HI, Ardi kerap mengikuti organisasi dan menjadi Ketua Hima HI angkata pertama. Selain itu, Ardi juga bertemu dengan sang istri yang merupakan alumnus jurusan Sosiologi.

Setelah lulus dari HI Unair, Ardi berhasil diterima sebagai staf Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Ardi juga memiliki keahlian berbahasa Perancis sehingga ia berhasil ditempatkan di Kedutaan Besar RI (KBRI) di Paris.

Pada tahun 2009, Ardi berhasil menjadi Wakil Duta Besar RI di Tokyo, Jepang. Saat menjabat sebagai Wadubes Tokyo, ia juga berpetualang mulai dari Konsul Jenderal di San Fransisco hingga Direktur Pemasaran Pariwisata di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pada Februari 2021, Ardi kemudian dicalonkan sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Bahrain.

"Saat itu prosesnya sangat panjang, banyak pertimbangan, dan jadi hak prerogatif Presiden untuk memilih berdasar usulan menteri. Sampai 25 Oktober kemarin kita baru dilantik," cerita Ardi.

Ardi sendiri memiliki visi untuk mempererat kerja sama dan hubungan Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Bahrain.

Ardi menjelaskan Bahrain memiliki ekosistem jasa keuangan dan ekonomi syariah yang menjanjikan. Ia juga akan mendorong kolaborasi akademik antar dua negara.

"Monggo kalau UNAIR atau perguruan tinggi lain di Indonesia mau kerja sama studi Middle East atau Timur Tengah, saya di sana bisa bantu. Ada banyak potensi kerja sama yang bagus di Bahrain," ucap Ardi.

Ardi berpesan kepada mahasiswa agar memiliki added value selain modal dan kapasitas di bidang yang dikuasai.

"Saya dulu juga ikut banyak kegiatan banyak belajar bidang lain selain HI. Punya cita-cita juga. Akhirnya saya malah nggak mengira umur 45 bisa jadi wakil dubes Tokyo. Sampai sekarang dubes Bahrain," ujar alumnus HI Unair tersebut.



Simak Video "Uji Klinik Vaksin Merah Putih Unair Juga Bakal Dipantau WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia