Bikin Terharu, Nadiem Sampaikan Hal Ini di Hari Pelajar Internasional 2021

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 18 Nov 2021 18:30 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Foto: Tangkapan layar WINNER 2021
Jakarta - Pada Hari Pelajar Internasional 17 November kemarin, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengucapkan selamat melalui media sosialnya. Dalam ucapannya, Nadiem menyebutkan bahwa pelajar RI adalah alasannya bangun pagi dengan penuh semangat.

"Hari ini adalah Hari Pelajar Internasional. Walaupun mungkin tidak semua adik-adik tahu tentang hari ini, tapi saya ingin adik-adik pahami bahwa kalian adalah alasan saya bangun setiap pagi dengan penuh semangat," kata Nadiem seperti dikutip dari akun Instagramnya pada Kamis (18/11/2021).

Tak hanya menyampaikan hal itu, Nadiem juga berharap agar semua pelajar Indonesia bisa merdeka dan bahagia.

"Saya punya keinginan besar untuk melihat semua pelajar di negeri ini belajar dengan merdeka dan bahagia. Dan saya juga punya optimisme bahwa setiap pelajar di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke, pasti bisa menggapai mimpi dan cita-cita yang diinginkan," tambahnya.

Nadiem turut berpesan, kunci menggapai cita-cita adalah menjaga semangat belajar di mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. "Jadilah Pelajar Pancasila yang ingin terus belajar, yang cerdas dan berkarakter. Teruslah menjadi penggerak perubahan dan harapan untuk Indonesia. Salam Merdeka Belajar!" pungkasnya.

Meski merupakan peringatan yang berkesan bagi kalangan pelajar, siapa sangka Hari Pelajar Internasional seperti yang disebutkan Nadiem justru berawal dari peristiwa yang pilu. Rekam sejarahnya dapat ditelusuri sebelum Perang Dunia II.

Sejarah Hari Pelajar Internasional

Menurut laman Study.eu seperti dilansir dari detiknews, pada tahun 1933 Adolf Hitler berkuasa di Jerman. Dalam waktu bertahun-tahun, Jerman juga mengklaim secara makin agresif terhadap wilayah-wilayah yang ada di luar perbatasannya.

Kemudian pada 1938, Hitler pun mengklaim Austria dan menuntut Cekoslowakia menyerahkan sebagian wilayah mereka. Dia ingin memisahkan Cekoslowakia dan Slovakia agar bisa memperlakukan negara itu sebagai negara satelit. Ini terjadi sebelum perang dengan Polandia pada September 1939.

Dari peristiwa itu, pada 28 Oktober 1939 para mahasiswa di Universitas Charles Praha melakukan demonstrasi untuk merayakan 21 tahun kemerdekaan Republik Cekoslowakia. Sayangnya, demonstrasi itu mendapat respons brutal dari Nazi.

Ada 15 siswa terluka parah dan salah satu dari mereka meninggal akibat luka tembak. Satu hari sebelum dimakamkan, tepatnya 15 November 1939, mahasiswa yang berduka meminta izin untuk melakukan prosesi pemakaman dari pusat Kota Praha. Permintaan ini dikabulkan pemerintahan protektorat.

Prosesi yang akhirnya diikuti ribuan mahasiswa pun berubah jadi ajang menentang Nazi. Ahli sejarah memperkirakan, pemerintah protektorat mengizinkan prosesi pemakaman karena Nazi menutup seluruh perguruan tinggi di Ceko. Hal ini melemahkan aktivis akademik.

Tetapi, ternyata Nazi tidak hanya menutup kampus-kampus. Mereka juga menangkap lebih dari 1.200 mahasiswa dan mengirimkannya ke kamp konsentrasi Sachsenhausen.

Lalu pada 17 November 1939, sembilan orang pengunjuk rasa, delapan mahasiswa, dan satu profesor dieksekusi tanpa melalui proses pengadilan.

Dari 1.200 mahasiswa yang dideportasi itu, ada 20 dari mereka yang tak selamat. Sebelum lahirnya Hari Pelajar Internasional, semua perguruan tinggi ditutup hingga perang usai, kecuali Universitas Jerman di Praha.

Menyusul peristiwa penutupan universitas dan pembantaian terhadap mahasiswa, dibentuklah Penasihat Mahasiswa Internasional di London pada 1941. Dewan ini turut melibatkan mahasiswa pengungsi.

Di depan penasihat, forum itu setuju untuk memperkenalkan Hari Pelajar Internasional tiap 17 November. Di tahun berikutnya, tradisi ini telah dipantau Persatuan Pelajar Internasional dan berbagai organisasi lainnya.

Hari Pelajar Internasional juga punya sejarah yang lekat dengan Revolusi Beludru Cekoslowakia dan Slovakia. Keduanya mengadakan hari libur umum dalam peringatan Hari Pelajar Internasional.

Tanggal 17 November 1989 pun mendorong rangkaian peristiwa reformasi di Cekoslowakia. Pada waktu itu, Cekoslowakia mengubah dirinya dari negara sosialis menjadi demokrasi.

Revolusi yang terjadi dalam hitungan minggu ini disebut beludru karena masa transisi yang cenderung damai dan tidak ada kekerasan.

Dengan sejarah yang memilukan, Hari Pelajar Internasional membuat banyak negara menetapkannya sebagai hari peringatan dan sarana aktivisme mahasiswa.

Simak Video "Nadiem Tegas Perjuangkan Guru Honorer dalam Seleksi Guru PPPK"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia