Nadiem: Proses Bangkit dari Pandemi dengan Kolaborasi

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 27 Okt 2021 11:47 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Foto: Tangkapan layar dari acara pembukaan WINNER 2021/Nadiem: Proses Bangkit dari Pandemi dengan Kolaborasi
Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Perguruan Tinggi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa proses bangkit dari pandemi membutuhkan kolaborasi. Untuk itu, kegiatan kolaborasi antar negara seperti WINNER 2021 (Week of Indonesia Netherlands Education and Research) dapat mendorong proses tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Nadiem melalui pembukaan WINNER 2021 yang dihadirinya secara virtual pada Selasa, (26/10/2021) kemarin.

"Proses untuk bangkit dari pandemi membutuhkan sebuah kolaborasi. Saya senang kolaborasi ini tetap berlanjut meskipun berada di situasi pandemi," kata Nadiem.


Menurutnya, sistem pendidikan di Indonesia juga sudah mulai menerapkan kolaborasi antar sektornya. Mulai dari guru dan orang tua hingga melibatkan peran industri dalam ketercapaian sebuah program.Nadiem juga mengungkapkan segala sektor harus saling bekerja sama demi mencapai cita-cita di masa sulit seperti ini. Baik itu sektor swasta atau pun sektor umum.

"Guru dan orang tua juga membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat untuk mendukung generasi pendidikan selanjutnya. Sektor Kemendikbud juga bangkit berkolaborasi dengan beberapa sektor melalui program Merdeka Belajar," ujar Nadiem.

"Untuk mendukung lingkungan belajar, sekolah bekerja sama dengan komunitas non pemerintahan dalam program organisasi penggerak," imbuhnya lagi.

Nadiem juga menambahkan bahwa pihaknya juga melibatkan industri bagi kemajuan sekolah vokasi hingga kurikulum perguruan tinggi. Bahkan tidak jarang perguruan tinggi di Indonesia juga ikut serta dalam kolaborasi dengan sektor industri untuk urusan penelitian.

"Kami juga mengikutsertakan peran aktif industri untuk berpartisipasi dalam perkembangan sekolah vokasi dan kurikulum universitas. Perguruan tinggi indonesia juga melakukan kolaborasi penelitian antara perguruan tinggi dengan sektor industri," ungkap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam juga menyebut bahwa diperlukan pemikiran holistik dalam menyelesaikan masalah. Sebab itu, kolaborasi memiliki peran yang penting.

"It takes two to tango (kedua belah pihak harus mau terlibat). Harus bersama-sama dalam menyelesaikan masalah. Gunakan mindset disiplin yang berpikir holistik. Semakin holistik, semakin luas lagi cakupan yang akan dicapai," kata Nizam.

Sedikit informasi, WINNER merupakan gelaran tahunan berbasis daring yang berfokus pada kolaborasi akademik antara Belanda dan Indonesia. Kolaborasi ini merupakan inisiatif bersama Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Nuffic Neso Indonesia, Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda (KNAW), dan Dewan Riset Belanda (NWO).

Kegiatan ini diselenggarakan mulai hari ini (26/10/2021) hingga 28 Oktober 2021 mendatang. Pada tahun ini, tema yang diangkat adalah Innovation for the Sustainable Development Goals: Education and Research Collaboration Towards the Future.



Simak Video "Ketua Komisi X Minta Nadiem Batalkan Renovasi Ruang Kerja Rp 6,5 M"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia