UPI Anugerahi Mien R Uno, Ibu Sandiaga Gelar Kehormatan Bidang Kewirausahaan

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 19 Okt 2021 14:15 WIB
Jakarta - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menganugerahkan secara resmi gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Mien R. Uno dalam bidang kewirausahaan pada Senin 18 Oktober 2021.


Penganugerahan dilakukan secara offline di Gedung Achmad Sanusi dan secara online melalui zoom. Peresmian gelar tersebut langsung diberikan oleh Rektor Upi, Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A..


"Dengan ini saya selaku rektor, menganugerahkan gelar kehormatan doktor honoris causa bidang kewirausahaan kepada Ibu Mien R Uno secara resmi dan sah dari Universitas Pendidikan Indonesia," ucap rektor.


Gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) merupakan gelar kehormatan yang diberikan oleh suatu Perguruan Tinggi kepada seseorang yang dianggap telah berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia.


Dalam hal ini, Mien Uno telah memberikan kontribusi di bidang kewirausahaan dengan mendukung kreativitas dan kemandirian generasi muda agar menjadi masyarakat yang unggul.


Kontribusi Mien Uno


Sebelum dianugerahi gelar kehormatan, alumni IKIP Bandung (sekarang UPI) ini juga merupakan peraih 32 penghargaan tokoh inovatif, tokoh perempuan inspiratif Indonesia, perempuan tangguh, bunda etik Indonesia, serta komunitas etnik Indonesia.


Bahkan Mien Uno telah menulis 9 buku yang dimuat di Library Congress Washington Amerika Serikat.


Melalui, Mien R Uno Foundation, ia juga telah berjasa dalam bidang pendidikan misalnya dengan beasiswa serta pengembangan kepemimpinan dan kewirausahaan yang berdampak bagi pembangunan masyarakat Indonesia.


Terus Mendorong Generasi Muda


Dalam pidatonya, Ibu Sandiaga Uno mengatakan bahwa generasi muda merupakan tenaga luar biasa yang bisa menggerakan roda ekonomi bangsa.


Terutama dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan yang meliputi pembangunan sikap, perilaku dan cara kerja.


Tak hanya itu, generasi muda juga menurutnya harus memiliki kompetensi kewirausahaan yang kreatif, inovatif, kolaboratif serta sikap mental dan perubahan mindset.


"Pribadi yang tangguh berani untuk melawan arus, kekuatan mental, integritas yang tinggi dan siap untuk jatuh bangun dan bangkit kembali. Kemudian di antara langkah yang dapat dilakukan adalah dengan pembelajaran (teaching dan learning), keteladanan (modeling), penguatan (reinforcing) dan pembiasaan," terangnya.


Menilik kondisi saat ini, Mien juga mengatakan bahwa ilmu kewirausahaan yang diajarkan di tingkat pendidikan menengah atas belum dengan porsi yang optimal. Pendidikan karakter masih sekadar hafalan dan tidak berimplementasi pada kehidupan sehari-hari.


Akibatnya, pada masa saat ini banyak kemunculan kepribadian yang cerdas lahir dari sekolah namun tidak memiliki kepedulian dan kemuliaan akhlak. Maka dari itu diperlukan jiwa intelektualitas yang dipagari etika.


"Pribadi dengan jiwa kewirausahaan yang tinggi dapat meningkatkan keahlian dan intelektualitas berpagar etika serta menjadi figur yang kuat," tuturnya. (faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia