Kepala BKN Imbau Peserta PPPK Guru Tak Tertipu Calo, Ini Beda SK Asli dan Palsu

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 08 Okt 2021 16:30 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Negara, Bima Haria Wibisana
Foto: Ari Saputra/Kepala BKN Imbau Peserta PPPK Guru Tak Tertipu Calo, Ini Beda SK Asli dan Palsu
Jakarta - Pengumuman peserta lulus seleksi PPPK Guru 2021 tahap 1 dilakukan pada Jumat 8 Oktober 2021. Para pendaftar dapat melakukan cek di gurupppk.kemdikbud.go.id/hasil_tahap_1/ sejak pukul 12.00 WIB.

Terkait pengumuman hasil seleksi ASN PPPK Guru ini, Plt. Kepala BKN Bima Haria Wibisana turut mengingatkan agar para peserta seleksi tak sampai termakan penipuan para calo. Menurutnya, saat ini masih sangat banyak calo yang menjanjikan kelulusan bagi para peserta seleksi PPPK Guru.

Lantas, bagaimana cara membedakan surat keputusan asli dari BKN dan yang palsu? Bima menyinggung hal ini dalam siaran langsung virtual Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Guru ASN PPPK Tahap 1 pada Jumat, (08/10/2021).

Perbedaan SK PPPK Guru 2021 Asli dan Palsu

Bima menegaskan bahwa, hasil output dari BKN, baik pengumuman maupun penetapan pertimbangan teknis nomor induk PPPK menggunakan tanda tangan elektronik. Ia menyatakan tidak ada lagi tanda tangan basah.

"Kami berharap agar peserta tidak percaya kepada calo-calo yang saat ini banyak sekali bergentayangan yang menjanjikan kelulusan. Karena tidak mungkin. Kami sudah melakukannya secara elektronik," pungkas Bima.

Dirinya meminta agar para peserta PPPK Guru 2021 tidak mempercayai calo yang mengatasnamakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Tjahjo Kumolo ataupun menggunakan nama dirinya dalam surat keputusan palsu.

"Kami berharap para peserta tes PPPK Guru ini tidak percaya dengan calo-calo seperti itu," imbuhnya. Tanda tangan elektronik pada seleksi calon ASN digunakan untuk dua hasil output ini:

1. Hasil seleksi kompetensi dan hasil kelulusan akhir seleksi calon ASN

2. Hasil pertimbangan teknis penetapan nomor induk ASN BKN (CPNS dan PPPK).

Kedua hasil di atas akan diterima secara paperless atau tanpa cetak. Hasilnya juga didistribusikan ke masing-masing instansi melalui SSCASN.

Pada tahap pertama seleksi ASN PPPK Guru ini sendiri, ada sejumlah 173.329 orang yang berhasil lulus. Sementara, jumlah formasi ASN PPPK Guru yang mendapat pelamar adalah 322.665, sehingga 53,7% formasi sudah terisi.

Nadiem menjelaskan, sebetulnya pihaknya menyediakan lebih dari 1 juta guru honorer untuk diangkat sebagai ASN PPPK Guru. Namun, pemerintah daerah hanya mengajukan 506.252.

"Dari 506.252 yang ada, hanya 322.665 formasi yang dilamar oleh para peserta pada saat ini. Ada sekitar 183.587 formasi yang belum terpenuhi. Yang belum terpenuhi ini kebanyakan di mana masih belum cukup gurunya yang menjadi pelamar untuk bisa mengisi posisi-posisi tersebut," papar Nadiem dalam kesempatan yang sama.

Sebagai informasi, Kemendikbudristek dan Panselnas juga telah menetapkan sejumlah penyesuaian passing grade dalam seleksi PPPK Guru. Hal ini karena para guru honorer menilai passing grade terlalu tinggi, sehingga perlu ditinjau atau diturunkan.

Sejumlah penyesuaian tersebut yakni, untuk guru di atas 50 tahun, ada tambahan sebesar 100% dari nilai maksimal kompetensi teknis dan 10% dari nilai maksimal manajerial-sosiokultural serta wawancara. Sementara, bagi seluruh peserta seleksi, ada tambahan nilai 10% dari nilai maksimal kompetensi teknis.

Ia juga mengatakan, yang lulus passing grade PPPK Guru 2021 tahap 1 bisa registrasi tahap dua dan tiga tanpa tes ulang. Tetapi, jika ingin coba mendapat nilai lebih tinggi, maka bisa ikut tes lagi. Ia menyerahkan keputusan ini pada masing-masing guru honorer.

Simak Video "Permendikbudristek 30/2021 Dianggap Legalkan Zina di Kampus, Ini Kata MUI"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia