Kisah Christopher Farrel: Gagal Kompetisi, Diudang Google, CEO Usia 18 Tahun

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 26 Sep 2021 11:38 WIB
Pemenang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2018 dan Founder Kecilin App Christopher Farrel memperkenalkan aplikasi penghemat kuota pertama di dunia untuk pengguna Android.
Foto: dok. Mandiri/Kisah Christopher Farrel: Gagal Kompetisi, Diudang Google, CEO Usia 18 Tahun.
Jakarta - Kisah Christopher Farrel Millenio Kusuma viral pada 2020 lalu, saat dia diundang raksasa teknologi Amerika Google. Lewat akun Instagram, pemuda 22 tahun ini mengupdate kabar terbarunya.

"Kami telah berhasil mendigitalkan semua industri perbankan di Indonesia dengan telekomunikasi VSAT yang andal dari Primacom dan kompresi data Extreme dari Kecilin," tulis Farrel di akun @christopher_farrel.

Kecilin adalah start up di bidang kompresi data yang didirikan Farrel saat usianya baru 18 tahun. Dikutip dari situsnya, Farrel adalah CEO dan founder perusahaan tersebut.

Berbekal start up ini, Farrel meraih juara pertama bidang usaha teknologi digital dalam Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2018. Kecilin berdiri di bawah nama perusahaan PT Millenio Amerta Data.

Sebelum jadi CEO, Farrel yang lahir para 1 Januari 2000 ini menghadapi jalan berliku. Saat diundang di acara Hitam Putih Trans 7, dia bercerita kegagalannya di kompetisi.

"Seleksi aja nggak, di awal udah ditolak," ujar Farrel dalam acara tersebut yang diunggah di channel YouTube TRANS7 OFFICIAL.

Di acara tersebut, Farrel menjelaskan inovasinya di bidang kompresi data. Inovasi Farrel berhasil mengkompress daa hingga 93-99 persen, yang berbeda auh dengan RAR atau ZIP yang baru 50-70 persen.

"Misalnya ada 100 MB, jadi 1 MB-an," kata Farrel yang merupakan alumni SMAN 8 Yogyakarta dan Magister of Business Administration (MBA) di University of York, Inggris.

Kegagalan di kompetisi membuka jalan lain untuk Farrel, yang mengupload hasil risetnya di GitHub. Farrel diundang Google ke Mountain View, Amerika Serikat untuk menjelaskan penelitiannya.

Dikutip dari situs SMAN 8 Yogkakarta, riset tersebut berjudul Data Compression using EG and Neural Network Algorithm for Lossless Data. Google kemudian mengundang Christopher untuk menetap selama setahun.

Kesempatan dari Google digunakan Farrel untuk belajar dan menimba lebih banyak pengalaman. Dia mendapatkan akses tidak terbatas ke sistem, server, dan algoritma sehingga penelitiannya berjalan lebih cepat.

Kini bisnis Farrel tersebar di Bisnisnya tersebar di Indonesia dan Singapura. Di Indonesia, bisnis Farrel berada di DI Yogyakarta, Jakarta, Makassar, dan akan didirikan lagi di Jayapura.

Tonton juga video wawancara Viral tentang kehidupan tukang las bawah laut di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]



(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia