Pilihan Hidup Lulusan S2 Inggris, Mengabdi Jadi Dokter Prajurit TNI AD

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 23 Sep 2021 20:00 WIB
Letda Ckm. Jason Antoni Wibowo, lulusan S2 Inggris Jadi Dokter Prajurit TNI AD
Letda Ckm. dr. Jason Antoni Wibowo, lulusan S2 Inggris yang jadi dokter prajurit TNI AD. Foto: Tangkapan layar kanal YouTube TNI AD
Jakarta - Letda Ckm dr. Jason Antoni Wibowo semula menempuh prodi S1 Kelas Internasional Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Bagaimana kisah Jason terjun menjadi Perwira Remaja Pusdikkes, prajurit TNI Angkatan Darat (AD)?

Jason menuturkan, lulus dari FK UI, ia melanjutkan pendidikan double-degree Master of Research in Stem Cell di Newcastle University, UK. Studinya di Inggis, jelas Jason, salah satunya menyoal penerapan stem cell pada berbagai bidang prinsip ilmu spesialisasi kedokteran dan pengembangan ilmu terapi stem cell yang sekiranya dapat diterapkan di Indonesia.

Sekembalinya ke Indonesia, laki-laki kelahiran 13 November 1993 tersebut menjalani internship wajib dari Kementerian Kesehatan di RSUD S.K. Lerik, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pengalaman saat internship di NTT itu, menginspirasi Jason untuk mengabdi sebagai dokter di TNI AD.

"Waktu itu saya mengikuti baksos dengan TNI AD, Yonif Motuliato-RDTL, RI dengan Timor-Timor. Di sana kami melakukan operasi katarak gratis untuk masyarakat sekitar di Wini (NTT). Di situ saya melihat TNI AD punya korps kesehatan yang besar. Mereka menaungi dokter-dokter dan nakes untuk berkembang," kata Jason dalam kanal YouTube TNI AD, seperti dikutip Rabu (22/9/2021).

Jason menuturkan, di samping korps kesehatan yang besar, RS TNI AD yang tersebar dari Sabang sampai Merauke membuatnya semakin berminat untuk menjadi prajurit TNI AD.

"Di situ saya tertarik. Saya yang waktu itu dokter sipil (berpikir) mengapa tidak bergabung dengan TNI AD. Karena dengan bergabung dengan TNI, saya bisa memperluas pengabdian profesi dokter dan menjangkau masyarakat Indonesia lebih luas lagi," kata anak pasangan Sugiharto dan Elisa Sinaga tersebut.

Jason mengatakan, ia lalu mengkonsultasikan minatnya jadi bagian TNI AD dengan para dokter yang ditemui di Wini, NTT.

"Saya diceritakan suka dan dukanya, tapi saya anggap itu perjalanan dari karier saya. Kalau sudah bertekad, sudah berkomitmen, apapun yang kita hadapi pasti bisa kita lewati. Itu yang selalu saya pegang dalam prinsip saya," kata Jason.

Masuk TNI AD

Masuk TNI, Jason menjalani pendidikan di Malang lalu dilanjutkan dengan pendidikan kecabangan kesehatan selama 5 bulan. Ia menuturkan, pendidikan sebagai dokter prajurit saat itu meliputi mempelajari peleton kesehatan, batalion kesehatan, kesehatan militer, struktur organisasi, peran-peran militer, peran-peran danton kesehatan, baik bertugas di batalion maupun di rumah sakit tingkat 4 hingga tingkat tertinggi di TNI AD.

Jason merupakan salah satu peserta pendidikan yang ditugaskan menjadi satgas perbantuan COVID-19 sebelum selesai pendidikan.

"Kebetulan saya ditugaskan di RSPAD Gatot Subroto. Di sana saya ditempatkan di ICU sebagai satgas perbantuan COVID oleh Bapak Kasad. Kejadiannya adalah saat apel malam setelah pulang dari serbuan vaksinasi di JIExpo, kami dikabarkan besok akan langsung berangkat ke RS satgas masing-masing. Salah satunya yaitu saya di RSPAD," kata Jason.

Jason menuturkan, dukungan keluarga berperan penting dalam keputusannya mengabdi sebagai dokter dengan menjadi prajurit TNI AD.

"Setelah apel malam tersebut, saya telepon ibu saya, saya kasih kabar bahwa ditugaskan menangani COVID-19 di RSPAD. Ibu saya bilang selamat bertugas, semoga tetap selamat, tetap sehat," ucapnya.

"Jadi motivasi dari dalam diri, tekadkan diri, ubah mindset bahwa kita kan menjalankan ini dengan selamat, dengan bagus, dengan berhasil. Bawa dalam doa apapun yang kita kerjakan. Itu saja yang saya pegang," kata Jason.

Simak Video "Dokter China Tewas Karena Virus Monkey B, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia