Kemendikbudristek Buka Kursus Gratis untuk Tingkatkan Keahlian Masyarakat

Kristina - detikEdu
Rabu, 22 Sep 2021 12:00 WIB
Wikan Sakarinto dalam acara peluncuran Program Ayo Kursus, Rabu (22/9/2021).
Tingkatkan Kompetensi Siswa di Tengah Pandemi, Kemendikbudristek Buka Kursus Gratis. Foto: Kristina/detikEdu
Jakarta - Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan meluncurkan program Ayo Kursus untuk meningkatkan kompetensi masyarakat. Program ini terbuka bagi anak usia sekolah tidak sekolah (ATS) hingga lulusan SMK dan perguruan tinggi vokasi yang belum bekerja.

Program Ayo Kursus merupakan salah satu solusi untuk tetap meningkatkan kompetensi masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Ayo kursus diintegrasikan dengan program pendidikan kecakapan kerja (PKK) dan pendidikan kecakapan wirausaha (PKW) Direktorat Jenderal Vokasi.


Mendikbudristek Nadiem Makarim menyampaikan, program Ayo Kursus menjadi salah satu upaya untuk memberikan kesempatan anak-anak usia sekolah putus sekolah (ATS) untuk mendapatkan pendidikan. Nadiem menyebut, program ini sejalan dengan gagasan merdeka belajar.

"Program Ayo Kursus yang diluncurkan hari ini merupakan upaya kami menumbuhkan kembali harapan anak-anak putus sekolah dan melanjutkan gerakan mewujudkan merdeka belajar," kata Nadiem dalam acara peluncuran program 'Ayo Kursus', yang dilakukan secara daring, Rabu (22/8/2021).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengatakan, program Ayo Kursus juga diperuntukkan bagi lulusan SMK dan perguruan tinggi vokasi untuk meningkatkan kompetensi para lulusan.

"Kita mencoba untuk menghadirkan solusi atau mitigasi yang tidak hanya untuk lulusan SMK dan perguruan tinggi vokasi yang memang perlu ditajamkan lagi kompetensinya tapi juga seluruh anak-anak dengan usia yang sudah ditargetkan untuk program ini bisa kita selamatkan dengan kompetensi untuk siap kerja," kata Wikan.

Selaras dengan itu, Direktur Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbduristek, Wartanto menegaskan, program tersebut merupakan respon pemerintah dalam menangani anak-anak yang membutuhkan kursus dan pelatihan. Nantinya, mereka akan mendapatkan keterampilan kerja dari lembaga kursus dan pelatihan (LKP).

"Nanti dari kita akan melakukan penataan atau kurasi dari temen-temen yang layak untuk mendapatkan dukungan yang kita masukkan ke lembaga pelatihan kursus," kata Wartanto.

Pada tahun ini, kuota yang disediakan untuk program Ayo Kursus sebanyak 20.000 peserta didik program PKK dan 4.500 peserta didik program PKW. Adapun, anggaran yang disediakan untuk PKK sebesar Rp 81 M dan PKK sebesar Rp 29,3 M.

Seluruh biaya kursus akan ditanggung oleh pemerintah. Calon peserta didik dapat mendaftarkan diri melalui laman https://banper.binsuslat.kemdikbud.go.id/ayo_kursus/. Pendaftaran dapat dilakukan sebelum bulan November 2021.

Simak Video "Sumpah Pemuda, Nadiem: Mengejar Ketertinggalan Saja Tak Cukup"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia