Cara Mengatasi Gigi Bolong dari Dokter RSND Undip

Kristina - detikEdu
Kamis, 16 Sep 2021 17:00 WIB
Mother and son brushing teeth in bathroom. Woman with her son brushing teeth together and looking in mirror.
Foto: Istock
Jakarta -

Menjaga kesehatan gigi penting untuk dilakukan, terlebih sebelum tidur. Pasalnya, gigi rentan mengalami kerusakan akibat sisa makanan dan minuman yang menempel pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan dalam jangka waktu yang lama.

Salah satu risiko mengabaikan kebersihan gigi adalah munculnya gigi berlubang. Gigi berlubang atau karies dapat disebabkan karena asam. Sisa makanan yang tertinggal di gigi akan diurai oleh bakteri menjadi asam, asam inilah yang akan menjadi risiko terjadinya karies gigi.

Dokter Spesialis Konservasi Gigi Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro, drg. Gloria Fortuna mengatakan, susunan pembentuk gigi pada bagian terluar gigi (email gigi) terdiri dari mineral sebanyak 97%, dentin yang isinya dari mineral (70%), air dan kolagen.

Mineral tersebut yang akan terkikis oleh asam, sama seperti besi yang bisa rusak karena asam sehingga berkarat. Gigi pun sama, dapat rusak oleh asam sehingga terjadi gigi berlubang atau karies.

"Gigi berlubang itu penyebab utamanya adalah gula, gula akan diuraikan oleh bakteri sehingga menjadi asam. Asam itulah yang merusak struktur dari mineral gigi sehingga jika struktur mineral gigi rusak ia akan mengalami lubang pada gigi," katanya, dilansir dari laman Undip, Kamis (16/9/2021).

Menurut drg. Gloria, faktor genetik terjadinya gigi berlubang memang ada, tetapi risiko karies gigi yang terbesar adalah karena kebiasaan. Ia mencontohkan ketika orang tua memiliki kebiasaan setelah makan malam langsung tidur, tetapi tidak menggosok gigi sebelum tidur karena merasa sudah sikat gigi pada sore hari. Otomatis anaknya akan mengikuti kebiasaan orang tuanya.

Apabila gigi sudah terlanjur mengalami infeksi, maka langkah yang harus dilakukan adalah menghilangkan penyebab infeksi atau bakterinya.

"Kita bisa merawat gigi yang sudah terlanjur terinfeksi dengan cara membersihkan saluran akar gigi yang sudah terinfeksi kemudian ditambal. Tambal di sini bukan tambal biasa tapi tambal pada gigi dan saluran akar gigi, artinya meskipun infeksi tetap ada kemungkinan masih bisa dirawat," tuturnya.

Lantas, bagaimana cara mengatasi gigi berlubang?

drg. Gloria menjelaskan, gigi berlubang dapat diatasi dengan membiasakan diri untuk rajin menggosok gigi dengan benar sebelum tidur. Selain itu, perawatan kesehatan gigi juga perlu dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali.

"Banyak dari kita yang tidak tahu kalau ke dokter gigi itu harus rutin enam bulan sekali. Setiap hari kita tidak berhenti mengunyah, jadi paparan gigi terhadap faktor yang dapat merusaknya terjadi terus-menerus. Jadi percayalah bahwa gigi kita pasti mengalami masalah dan pasti ada sesuatu yang harus diperiksakan ke dokter, entah karena kotor, lubang yang amat sangat kecil, atau kerusakan pada gigi akibat cara menyikat gigi yang salah," terangnya.

Ia juga berpesan untuk wajib menjaga kebersihan gigi. "Dengan rutin kontrol, kami sebagai dokter gigi bisa menginterupsi jangan sampai kejadian tersebut menjadi lebih parah dan dapat kita perbaiki sedini mungkin. Jangan lupa termasuk wajib menjaga kebersihan dengan menggosok gigi," demikian dr. Gloria.



Simak Video "Gelar Wisuda Online, Undip Beri 'Uang Saku' untuk Wisudawan"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia