Kisah Doktor Matematika yang Berhasil Raih Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 14 Agu 2021 13:00 WIB
Anna Kiesenhofer of Austria holds her gold medal during a medal ceremony for the womens cycling road race at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Oyama, Japan. (AP Photo/Christophe Ena)
Foto: AP/Christophe Ena/Kisah Doktor Matematika yang Berhasil Raih Emas di Olimpiade Tokyo 2020
Jakarta - Ahli matematika teoritis, Anna Kiesenhofer berhasil memenangkan medali emas cabang olahraga balap sepeda dalam Olimpiade Tokyo 2020 kemarin. Hal ini merupakan hal di luar dugaan.

Kiesenhofer sebelumnya bahkan tidak dianggap sebagai pesaing yang akan menang karena latar belakang profesinya tersebut. Namun, pada akhirnya dirinya berhasil melakukan solo pada 40 kilometer terakhir menuju garis finish. Ini membuatnya mengalahkan berbagai bintang dunia yang lain.

Anna Kiesenhofer of Austria competes in the women's cycling road race at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Oyama, Japan. (Michael Steele/Pool Photo via AP)Anna Kiesenhofer of Austria competes in the women's cycling road race at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Oyama, Japan. (Michael Steele/Pool Photo via AP) Foto: AP/Michael Steele

"Selalu ada harapan kecil ini, pemikiran kecil ini, ya, saya mungkin menang. Jika saya di garis start, itu berarti saya siap, saya ingin menang," demikian kata Kiesenhofer, dikutip dari CNN.

Ketika melakukan solo pada kilometer-kilometer terakhir, Kiesenhofer menyebutkan bahwa dirinya termotivasi dengan kenangan tentang orang-orang yang ia cintai. Ia memikirkan orang-orang di Austria yang menjalani tiap momen balapan bersamanya, yakni mereka yang menonton siaran langsung tersebut.

"Keluarga saya, saya tahu mereka sedang menonton, saya memvisualisasikannya," ujar Kiesenhofer.

Peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 ini mengatakan bahwa dirinya memikirkan pelatih masa lalu yang ia miliki, serta teman-teman yang menjadi motivasinya.

Kiesenhofer juga menceritakan bahwa keluarganya sebetulnya tak terlalu suka bersepeda. Kendati demikian, mereka pada akhirnya hanya ingin Kiesenhofer bahagia. Ia pun mulai bersepeda sejak 2014. Kemudian, ia baru menjadi pemain profesional pada 2017.

Meski begitu, ahli matematika tersebut mampu menempuh jalur 147 kilometer dan meraih medali emas olimpiade bersepeda pertama di Austria sejak tahun 1896.

Ia telah membuktikan dapat menyeimbangkan karier intelektual yang ketat, serta beban berlatih bersepeda di jalan profesional. Prestasinya di bidang akademik rupanya tak kalah dengan peraihan medali emas ini, ia mempunyai gelar PhD matematika.

Sebelumnya, ia melakukan studi di Technical University of Vienna dan melanjutkan jenjang pasca sarjana di Cambridge University. Kini, ia merupakan peneliti di University of Lausanne, Swiss.

Profesinya ini memberi keuntungan dengan menawarkan Kiesenhofer pengendaraan jalan raya yang sangat baik. Sehingga, hal tersebut mengakomodasi kebutuhan berlatih Kiesenhofer.

Keberhasilan meraih medali emas pada Olimpiade Tokyo 2020 ini juga berkat pemikiran Kiesenhofer yang logis dan amat gesit. Dirinya membuat perhitungan yang tepat selama melakukan balapan.

Simak Video "Dukungan Warganet untuk Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia