Pakar UGM Jelaskan Pentingnya Vaksin COVID-19 bagi Anak dan Remaja

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 12 Agu 2021 09:00 WIB
Ratusan pelajar SMP Negeri 1 Boyolali mendapatkan vaksinasi Corona atau COVID-19, Jumat (23/7/2021). Khususnya yang sudah berumur 12 tahun keatas. Ada 819 siswa yang divaksin.
Foto: Ragil Ajiyanto/Pakar UGM Jelaskan Pentingnya Vaksin COVID-19 bagi Anak dan Remaja
Jakarta - Vaksinasi anak terus digencarkan pemerintah guna mengurangi dampak buruk dari infeksi virus yang terjadi. Vaksinasi anak remaja penting untuk dilakukan agar tubuh bisa mengenali virus terlebih dahulu.


Wakil Dekan FK KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Kerja Sama, Alumni dan Pengabdian Masyarakat, dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K), mengatakan penggunaan vaksin bisa mengurangi dampak buruk dari infeksi virus karena sistem tubuh sudah mengenali virus terlebih dahulu.


"Harapannya ketika tubuh sudah mengenali virus maka tidak akan menyebabkan gejala yang berat dan mengurangi risiko kematian," paparnya seperti dikutip detikEdu dari laman resmi UGM (11/8/2021).


Pada dasarnya, pembentukan antibodi dengan vaksinasi dan infeksi virus secara alami memiliki perbedaan, yaitu pada pengawasan dan kontrol yang ketat dalam pemberian vaksinasi.


dr Mei juga menjelaskan bahwa tujuan utama vaksin ini adalah pembentukan herd immunity. Anak-anak maupun remaja juga termasuk kelompok yang rentan terkena COVID-19. Terlebih, dengan adanya mutasi COVID-19 varian delta menyebabkan tingkat risiko penularan COVID-19 meningkat.


"Sebagian besar remaja mengalami COVID-19 tanpa gejala sehingga menjadi sumber penularan. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya pasien COVID-19 klaster keluarga," jelas dr. Mei.


Melihat kondisi saat ini pemberian vaksin terhadap remaja penting untuk dilakukan. Efikasi dan profil keamanan Sinovac terhadap usia anak anak dan remaja tidak berbeda makna dengan efikasi dan profil keamanan pada usia di atas 18 tahun.


"Melihat profil risiko dan keamanan maka IDI merekomendasikan penggunaan Sinovac pada usia 12-17 tahun. Penggunaan vaksin ini juga termasuk untuk anak-anak berkebutuhan khusus atau difabel," tutur Mei.


Menurutnya, untuk kelompok di bawah umur 12-17 tahun saat ini masih terus dilakukan penelitian keamanan vaksin. Sehingga, protokol kesehatan harus diperhatikan untuk melindungi anak dari COVID-19.


Adapun pertimbangan penundaan vaksinasi terhadap usia anak-anak dan remaja tidak jauh berbeda dengan dewasa, seperti kondisi kesehatan tubuh, riwayat penyakit dan adanya riwayat alergi berat.


"Untuk remaja, yang perlu untuk diawasi adalah efek pasca adanya vaksinasi. Saat ini di Yogyakarta penularan COVID-19 melalui komunitas cukup tinggi sehingga bisa jadi pada saat vaksinasi justru saat kita sedang terpapar virus," jelasnya.


Saat ini program vaksinasi COVID-19 bagi anak dan remaja terus dilakukan antara lain vaksinasi 'sak omah', vaksinasi di sekolah, hingga vaksinasi drive thru. Vaksinasi anak dan remaja bukan hanya terfokus pada COVID-19, namun juga terhadap penyakit campak, difteri, dan lain sebagainya.


Terakhir, Wakil Dekan FK KMK UGM mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam membaca berita karena banyaknya hoax terkait vaksin yang ada di sekitar kita.

Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia