Tips agar Pasien COVID-19 Mau Makan saat Isoman dari Pakar Unpad

Niken Widya Yunita - detikEdu
Kamis, 05 Agu 2021 13:25 WIB
Ilustrasi wanita isoman.
Foto: Getty Images/iStockphoto/LucaLorenzelli
Jakarta -

Seseorang yang terkena COVID-19 bergejala ringan atau sedang mau tidak mau harus makan. Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) dr. Siska Wiramihardja, Sp.GK, memberikan tips agar pasien COVID-19 mau makan.

Menurut Siska, tidak semua pasien COVID-19 yang sedang isolasi mandiri mampu untuk makan dengan normal. Selain kondisi tubuh yang lemah, adanya gejala-gejala COVID-19, seperti anosmia, kehilangan indra perasa, mual, hingga gangguan pencernaan akan menyulitkan pasien untuk bisa makan.

"Saat sakit, makan merupakan salah satu terapi untuk meningkatkan imunitas. Karena itu, kita perlu niatkan bahwa makan itu adalah ikhtiar kita untuk sehat," ujar Siska seperti dikutip dari situs resmi Unpad, Kamis (05/08/2021).

Untuk itu, selain jenis makanan, pola makan juga perlu disiasati. Ketika seseorang tidak bisa menghabiskan satu porsi makanan saat waktunya, maka aktivitas makan bisa diperbanyak dengan porsi yang lebih sedikit.

Ibarat minum obat, makan pun harus disiasati dengan menentukan dosisnya. Makan sedikit tetapi dengan intensitas waktu yang sering akan lebih efektif.

"Kita buat dulu jadwal mau makan jam berapa. Harus ada usaha buat menepatinya," kata Siska.

Sekalipun porsinya lebih sedikit, usahakan kebutuhan protein, vitamin, dan mineral tetap tercukup. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi meskipun porsi yang bisa dimakan hanya sedikit.

"Ketika sudah jamnya dan makanan terhidang, silakan berdoa dan niatkan bahwa ini adalah ikhtiar, dan berusaha makan suap demi suap," kata Siska.

Ahli gizi tersebut menjelaskan, aktivitas makan saat isolasi mandiri tetap mengacu pada upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh berdasarkan rekomendasi WHO. Salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas bagi pasien COVID-19 adalah mengonsumsi makanan yang bernutrisi.

Untuk itu, kunci utama untuk bisa pulih saat isolasi mandiri adalah pola gizi yang seimbang. "Jika saat sehat seseorang jarang memperhatikan pola gizi seimbang, ternyata dia jadi modal untuk tubuh kita agar mau bekerja seperti apa. Karena itu, mari kita berikan suplai untuk tubuh kita bekerja," jelasnya Siska.

Selama isolasi mandiri, penting bagi pasien COVID-19 untuk mengonsumsi makanan yang 'lengkap'. Dalam artian, dalam setiap porsi yang dimakan mengandung karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral, yaitu makanan pokok (nasi/ubi/kentang), sayuran, lauk-pauk berprotein, serta dilengkapi dengan buah-buahan.

"Highlight-nya ada di protein, vitamin, dan mineral. Untuk bisa memenuhi kebutuhan ini tidak harus mahal. Vitamin dan mineral ada di sayuran dan buah-buahan," demikian Siska.



Simak Video "Cara Tingkatkan Saturasi Oksigen Bagi Pasien Covid-19 yang Obesitas"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia