Bahlil Lahadalia: 83% Mahasiswa Ingin Jadi Karyawan

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 27 Jul 2021 14:05 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/Bahlil Lahadalia: 83% Mahasiswa Ingin Jadi Karyawan
Jakarta - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan berdasarkan hasil riset sebanyak 83% mahasiswa ingin menjadi karyawan. Sedangkan, hanya 4% yang tertarik menjadi wirausaha.

Ia pun mempertanyakan masa depan lapangan pekerjaan yang ada nantinya. Sebab, tak banyak mahasiswa yang ingin menjadi wirausaha untuk membuka lapangan pekerjaan.

"83% mahasiswa ingin menjadi karyawan, 4% jadi wirausaha. Sisanya memilih bekerja di LSM dan pekerjaan lainnya. Yang menjadi pertanyaan bagaimana mendorong mahasiswa membuka lapangan pekerjaan?" papar Bahlil dalam pertemuan forum rektor seluruh Indonesia, Selasa (27/7).

Lebih lanjut, Bahlil menekankan agar perguruan tinggi bisa mengubah pola pikir mahasiswa yang ingin menjadi karyawan untuk menjadi pengusaha. Salah satu caranya adalah membuka jurusan sesuai kebutuhan industri.

"Jadi kita harus mengubah dari karyawan jadi pengusaha. Pengusaha by design yang mengutamakan peran perguruan tinggi. Harus membuka jurusan-jurusan yang sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Bahlil.

Hal tersebut didasarkan dari masih tingginya angka pengangguran di Indonesia, utamanya untuk lulusan SMA dan SMK. Ia berharap agar lulusan universitas dapat mengurangi angka pengangguran untuk siswa lulusan SMA dan SMK.

"Dapat dilakukan dengan Kampus Merdeka untuk masuk industri akan membuat MOU nanti kampus mana saja yang masuk langsung konek saja. Jadi hanya mahasiswa yang magang dosen pun juga harus diikutkan," terang Bahlil.

"Kita akan buat sama perangkatnya. Dalam rangka proteksi afirmatif dengan UU cipta kerja seluruh investasi yang masuk ke Indonesia wajib bergandengan dengan UMKM," ujar dia.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo juga mengatakan hal serupa. Jokowi berharap agar pengetahuan mahasiswa harus diupdate dengan perkembangan terkini dan terdepan.

"Yang ingin saya tekankan jangan sampai pengetahuan dan keterampilan mahasiswa itu justru tidak menyongsong masa depan. Mahasiswa harus disiapkan dalam mengetahui keterampilan yang relevan," ujar Jokowi.

"Pelaku industri juga memerlukan bantuan dari perguruan tinggi. Oleh karena itu ajak industri untuk ikut mendidik para mahasiswa sesuai dengan kurikulum industry bukan kurikulum dosen. Agar para mahasiswa memperoleh pengalaman yang berbeda dari dunia akademis semata," terang Jokowi.

Ia juga berharap agar perguruan tinggi lebih progresif. Selain itu, agar mahasiswa memanfaatkan program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar dengan baik.



Simak Video "Jadi Menteri Investasi, Bahlil: Kita Kawinkan Pengusaha Besar-UMKM"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia