Kisah Anak Petani Karet yang Berhasil Lulus Cumlaude di UGM

Rahma Harbani - detikEdu
Jumat, 23 Jul 2021 06:30 WIB
Kisah Anak Petani Karet yang Berhasil Lulus Cumlaude di UGM
Foto: Dok Pribadi/Kisah Anak Petani Karet yang Berhasil Lulus Cumlaude di UGM
Jakarta - Seakan mimpi menjadi nyata. Firdaus Bazyli Azariel Rampius, seorang anak petani karet yang kini berhasil menyabet predikat cumlaude dengan lulus tepat waktu di Universitas Gadjah Mada (UGM) membagikan kisahnya dalam meraih gelar tersebut.

Sejak berhasil masuk kuliah di UGM, Bazyl memang sudah bertekad untuk mendapatkan beasiswa untuk membiayai kuliahnya. Ambisinya dalam meraih beasiswa ini dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi keluarga Bazyl di Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Saya 4 bersaudara, saya anak ke-3. Orang tua saja petani karet di Sekayu sana," papar Bazyl, dikutip dari laman resmi Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kamis (22/7/2021).

Bahkan Bazyl mengakui bahwa ia sempat mengajukan beasiswa ke beberapa lembaga. Tentu tidak lupa dengan berbagai dokumen persyaratan yang dibutuhkan tiap beasiswa. Namun, kabar baik belum menghampirinya saat awal perkuliahannya.

Hingga akhirnya pada saat memasuki semester 2, tepatnya tahun 2015, Bazyl mendapat kabar baik bahwa ia lolos dalam seleksi Beasiswa Nusantara Cerdas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bekerjasama dengan BRI serta pihak kampus.

Perlu diketahui, beasiswa tersebut memang ditujukan bagi mahasiswa S1 dari daerah Terluar, Terpencil, serta Terdepan (3T) di Indonesia. Dari UGM sendiri terdapat 4 mahasiswa yang terpilih dalam seleksi beasiswa tersebut, termasuk Bazyl salah satunya.

"Semua biaya kuliah di cover oleh BRI mulai dari biaya UKT, uang skripsi termasuk laptop. Saya akhirnya daftar, lalu saya di-interview oleh pihak BRI, Alhamdulillah lulus. Uang kuliah semester satu juga diganti oleh BRI jadi full dari semester satu akhir dibiayai oleh BRI," cerita pria yang juga merupakan alumnus Akuntansi UGM tersebut.

Selain mendapatkan biaya kuliah dan biaya hidup, melalui program beasiswa tersebut, Bazyl juga mendapatkan orang tua asuh di kampusnya. Orang tua asuh ini merupakan salah satu dosen UGM yang dipilih oleh pihak BRI.

Tujuan ditunjuknya orang tua asuh dari beasiswa tersebut adalah untuk memantau perkembangan akademik Bazyl.

Hal tersebut membuahkan hasil yang manis. Melalui pemantauan yang ketat dari orang tua asuh diiringi dengan kerja keras Bazyl, ia berhasil menyelesaikan studinya dengan tepat waktu. Bahkan Bazyl juga menyandang predikat cumlaude dengan IPK di angka 3,70.

Hingga saat ini, Bazyl memutuskan berkarir di Divisi Corporate Development & Strategy BRI Jakarta. Menurutnya, hal tersebut sebagai ucapan terima kasih kepada BRI karena telah membantu membiayai kuliahnya.

"Saya berpikir karena BRI membantu banget kuliah saya, jadi saya mencoba berkontribusi balik untuk BRI," tutup dia.

Simak Video "BEM UGM Bagikan Sembako, Sindir Pemerintah Tangani Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia