Kemendikbudristek Cetak Ratusan Buku Judul untuk Tingkatkan Literasi Anak

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 23 Jun 2021 17:46 WIB
Perpustakaan Sekolah Alam Tunas Mulia, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, mendapat bantuan ratusan buku pelajaran. Perpustakaan ini banyak dikunjungi oleh anak-anak pemulung.
Foto Ilustrasi: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Bahasa mencetak sebanyak 120 judul buku dan 748 bahan bacaan. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi anak. Buku-buku yang dicetak dapat digunakan untuk anak sekolah jenjang PAUD, SD, hingga tingkat SMA atau sederajat.

Menurut Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz, program tersebut telah dilakukan Badan Bahasa sejak tahun 2016 untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN). Pada tahun 2021 ini bacaan literasi yang dicetak berfokus untuk pembaca awal kelas 1,2, dan 3.

"Pola penyediaan dilakukan melalui sayembara dan sudah terpilih 63 penulis yang akan menghasilkan 75 naskah untuk jenjang PAUD (prabaca 2), SD Kelas 1 (pembaca dini), SD Kelas 2 dan 3 (pembaca awal)," ujar Aminudin yang dikutip detikEdu dari laman Kemendikbud.

Selain itu, Aminudin juga menambahkan akan ada kegiatan selama empat hari bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis para penulis dan menghasilkan naskah yang sesuai dengan ketentuan Badan Bahasa Kemendikbudristek.

Kemudian, dapat mengarahkan penulis dalam menggali dan menuangkan ide dalam menulis buku bacaan anak usia dini dan kelas awal melalui tema-tema yang telah ditentukan, yaitu keluarga dan sahabat, satwa dan tumbuhan, hobi/kegemaran, kesehatan, serta kearifan lokal/tradisi.

"Penulis yang terpilih dalam pembuatan buku literasi ini diharapkan dapat membuat buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan hanya berdasarkan keinginan penulis," ujar Aminudin.

"Semoga ikhtiar untuk menyediakan bahan bacaan literasi anak juga dilakukan oleh berbagai pihak sehingga tiap anak di Indonesia dapat membaca tiga buku baru per tahun sesuai standar UNESCO dapat terwujud."

Aminudin mengatakan untuk meningkatkan literasi pada anak perlu dibiasakan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga. Selain itu juga dengan ketersediaan pilihan buku yang ada sesusai dengan jenjang pembacanya.

Lebih lanjut, Aminudin menjelaskan dari hasil kegiatan GLN diharapkan terselesaikannya target 50% penulisan bahan bacaan literasi yang berkualitas juga fokus pada sasaran pembaca.

Total buku program literasi anak yang akan disusun berjumlah 75 bahan bacaan literasi untuk jenjang prabaca 2, pembaca dini, dan pembaca awal.



Simak Video "Klarifikasi Kemdikbud soal Laptop: Harganya Bukan Rp 10 Juta per Unit!"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia